Arsip7 Trayek Mobil Angkutan Umum Di Pusatkan Di Pasar Tradisional Potikelek

7 Trayek Mobil Angkutan Umum Di Pusatkan Di Pasar Tradisional Potikelek

Sabtu 2016-02-02 09:25:22

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Basni (PJS) mengatakan, mobil trayek angkutan umum beroperasi di wilayah Kabupaten pemekaran sudah dipusatkan di Pasar Tradisional Potikelek dari masing-masing terminal sebelumnya guna menertibkan terminal dan meramaikan Pasar Tradisional Potikelek.

Sesuai instruksi Bupati Jayawijaya melalui Sekretaris Daerah, setelah pengecekannya kembali ke Pasar Tradisional Potikelek, yang sebelumnya sempat sepi, namun kata dia, “ beberapa hal di dalamnya yang memang harus di benahi, termasuk keamanan. Setelah kami memasukan semua trayek pada tanggal 4 Januari, dan seterusnya dari dinas Perhubungan harus membuat surat dulu selama 10 hari hampir 2 minggu,”

Kami menyiapkan tempat di sana, kalo tidak ada tempat mereka bisa ribut. Kami prioritaskan kendaraan-kendaraan yang keluar daerah pemekaran. Kata Basni kepada suarapapua.com di ruang kerjanya kemarin di Wamena, Selasa, (02/02/2016).

“Ya, itu sekitar ada 7 atau 8 trakyek yang keluar dari kabupaten Jayawijaya ke daerah pemekaran,”ujarnya .

Selama ini kendaraan-kendaraan yang tidak punya tempat parkiran, mangkal di pingir jalan maka kami memasukan semua di pasar Potikelek. Dari jalan Irian, jalan Trikora dan Sekitar kota.

“Namun sampai saat ini, ada protes-protes dari pihak sopir dan anak-anak terminal atau kondektur yang lebih banyak tanpa koordinir seolah-olah mereka ini mau jadi pahlawan,” imbuhnya.

Salah satu contoh saja, trayek Makki- Tiom, muncul koordinator-koordinator lebih dari satu. Semua kendaraan datang ke sini, istilah mengatasnamakan tapi kami pisahkan yang mana sopir, penumpang dan koordinator terminal atau kondektur-kondektur tersendiri.

Merekapun datang dengan satu proposal bahwa, Makki-Tiom setelah di arahkan Pasar Potikelek yang memang bertahan di Sinakma dan tidak mau masuk di Potikelek, menetap di atas.

Dengan alasan bahwa semua kendaraan Makki-Tiom itu banyak, memang sesuai dengan data di dinas perhubungan Jayawijaya khusus trayek Makki-Tiom itu sekitar 166 hampir 200 kendaraan namun hanya sebagian saja lapor ke dinas Perhubungan.

Dengan isi surat proposal itu, dia tidak bergeser di Potikelek tapi menetap di Sinakma, dengan suatu kesepakatan bahwa tidak akan mengambil penumpang di sepanjang jalan, seperti jalan Trikora, jalan IRIAN dan sekitar kota.

“Tetap di Sinakma dan membuat satu terminal sendiri sekitar depan ruko-ruko situ. Dengan catatan semua kendaraan-kendaraan masuk di dalam, tidak di pingir jalan,” ucap dia.

Ketika mereka datang dan konfirmasi ke dinas Perhubungan, kami menyetujui karena ada beberapa catatan termasuk antisipasi dalam keributan-keributan di areal Potikelek seperti pembunuhan, penikaman dan lain-lain.

Dengan adanya pertimbagan-pertimbangan itu, kami telah menyetuji bahwa, dengan catatan harus ada yang bertangungjawab di Sinakma di bawah koordinator Pilaus Wakerkwa.

Walaupun demikian, dirinya mengatakan, tadi pagi datang juga dari trayek Makki-Tiom bahwa, sekitar 20 mobil yang tidak mau bergabung di Sinakma, dengan catatan satu koordinator juga tersendiri.

Menurut mereka kata Dia, “ bahwa setiap kendaraan di fasilitasi setiap pagi ada di dalam pasar Potikelek namun kendalanya, setelah isi penumpang dan pada saat dia jalan ke atas, di areal kopi-kopi sana akan palang juga dengan anak-anak buahnya di bawah koordinator Plaus Wakerkwa ini,”.

“Saya bilang, jalan saja dulu, nanti saya akan kasih tahu koordinator yang ada di Sinakma bahwa, karena ada kendaraan yang tidak jelas sehingga tidak mau bergabung di atas. Jadi, yang di Potikelek biar di situ saja dan Sinakma jalani saja. Lihat perkembangan dulu,” ujarnya.

Alasan mereka juga tepat karena kendaraan Makki-Tiom itu sangat banyak sekitar 200san kendaraan. Alasan yang lain bahwa, kebanyakan orang Makki-Tiom itu berdomisili arah Sinakma, maka ambil dan kasih turun penumpang itu terlalu jauh di Potikelek.

Sebenarnya semua trayek arahkan ke pasar Tradisional Potikelek karena sesuai dengan tujuan Pemerintah daerah Jayawijaya, bahwa untuk meramaikan pasar itu, karena usulan dari Perindagkop bahwa selama ini kalo hanya mama-mama saja, tidak akan ramai.

Trayek-trayek yang masuk di dalam terminal tersebut, trayek Makki-Tiom, Kelila-Bokondini, Dimba-Poga, Karubaga, Pasvalley-Elelim dan Wamena-Ilugwa. Wamena-Tangma juga tapi tidak terlalu banyak.

“Saya mau kita harus ada kekompakan, di antara SKPD yang ada. Dalam hal ini, Dinas Perhubungan, Perindagkop dan Satpol PP agar tidak mengalami kesulitan,” akhirinya.

DIUS KOGOYA

Terkini

Populer Minggu Ini:

Rapat Pleno Terbuka Tingkat Kabupaten Tambrauw Masih Berlanjut

0
“Waktu plenonya sangat singkat, sehingga butuh kerja sama dari semua pihak agar proses ini berjalan dengan lancar dan aman hingga selesai,” kata Andreas Daniel Kambu, ketua KPU provinsi Papua Barat Daya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.