ArsipWillem Wandik: Kedatangan Jokowi Adalah Suatu Kehormatan Bagi Orang Papua

Willem Wandik: Kedatangan Jokowi Adalah Suatu Kehormatan Bagi Orang Papua

Jumat 2014-12-19 13:53:30

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Rencana Presiden Indonesia, Joko Widodo ke Papua untuk menghadiri perayaan Natal di Jayapura, 27 Desember 2014, menuai penolakan berbagai pihak. Tetapi, menurut Willem Wandik, semua harus siap menerima kedatangannya dengan penuh sukacita.

Anggota DPR RI ini berharap, kehadiran presiden bersama rombongannya dari Jakarta merupakan suatu kehormatan bagi semua pihak terutama yang ada di tanah Papua.

 

“Itu merupakan suatu kehormatan tersendiri, Presiden Jokowi bersama rombongan direncanakan hadir dalam perayaan Natal nasional bersama di Papua pada 27 Desember nanti,” kata Willem Wandik di Kota Jayapura, Kamis (17/12/2014) kemarin, seperti dikutip dari republika.co.id.

 

Ia juga mengajak semua pihak untuk secara bertanggungjawab menjaga keamanan di lingkungan masing-masing selama kehadiran Jokowi di Papua.

 

“Kami mengharapkan seluruh lapisan masyarakat baik eksekutif dan legislatif, tokoh adat dan agama, perempuan, semua insan pers, LSM, dan semua komponen masyarakat. Kita semua turut untuk menjaga stabilitas kamtibmas di tanah Papua,” tuturnya. (Baca: Natal Jokowi di Papua Diperkirakan Habiskan Anggaran Rp. 20 Milyar)

 

“Kita semua jaga sama-sama supaya perayaan Natal dan tahun baru, saat kunjungan Presiden Jokowi, kita bisa melangkah dan berjalan dengan aman dan damai,” kata pria asal Karubaga, Kabupaten Tolikara ini.

 

Menurut pengamatannya, tanah Papua tak pernah dinodai dengan suatu insiden kekerasan pada saat perayaan Natal dan tahun baru atau perayaan keagamaan lainnya.

 

Legislator dari Partai Demokrat ini mengatakan, “Memang kita tahu di Papua ini tidak pernah ada tindakan-tindakan yang menimbulkan orang lain terusik, baik saat menjalankan ibadahnya sesuai keyakinan dan keimanannya, maupun saat santai.

 

“Di sini selalu terbuka, orang dari mana saja mencari nafkah di sini, menjalankan ibadah dan selalu hidup berdampingan di tengah pluralisme. Itu merupakan esensi dari pada empat pilar demokrasi dan itu ada di sini, bagaimana agar kita terus menjaga itu,” tutur Wandik.

 

Rencana Jokowi dan rombongan menghadiri perayaan Natal nasional bersama di Jayapura tersebut ditolak oleh sejumlah pimpinan gereja yang tergabung dalam Forum Oikumenis Gereja-Gereja Papua. Dalam seruan moralnya melalui Pdt. Socratez Sofyan Yoman, mengatakan, sebaiknya Jokowi tak ke Papua untuk menghadiri perayaan Natal, karena hanya buang-buang waktu dan tenaga, terutama tak melihat situasi rakyat Papua yang marah dan berduka melihat peristiwa pembantaian di Paniai. (Baca: Pimpinan Gereja Tolak Rencana Presiden Jokowi Hadiri Perayaan Natal di Papua)

 

“Kami minta Presiden Jokowi untuk bertanggung jawab atas peristiwa pembantaian di Paniai, dengan cara membentuk tim investigasi yang independen yang melibatkan lembaga HAM Nasional, dan internasional, guna menyelidiki kebrutalan aparat TNI/Polri di Paniai.”

 

“Kami juga mendukung pernyataan Gubernur Papua beberapa waktu belakangan ini yang terus mendesak Jakarta untuk mengeluarkan kebijakan yang adil, termasuk hentikan transmigrasi, pemekaran provinsi dan kabupaten baru,” tegas Yoman.

 

MIKAEL KUDIAI

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bertamasya ke Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya Abepura

0
Ketidakseriusan pemerintah kota Jayapura mengelola keunikan Lubang Batu Lembah Emereuw-Konya dari genangan air dan sampah warga itulah yang menjadi penyebab setiap turun hujan pasti rumah-rumah warga di dua RT yang terletak di kawasan Lembah Emereuw-Konya selalu tergenang air. Kondisi itu bukan hanya pada musim hujan saja, namun setiap kali hujan. Akibatnya, warga Lembah Emereuw-Konya selalu siap siaga jika turun hujan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.