ArsipKuota BBM di Pegunungan Tengah Papua Ditambah, FMJ-PTP Beri Apresiasi

Kuota BBM di Pegunungan Tengah Papua Ditambah, FMJ-PTP Beri Apresiasi

Kamis 2016-04-28 10:00:30

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP) mengapresiasi langkah Pemerintah Pusat menambah kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bagi Wilayah Pegunungan Tengah Papua, khususnya Kabupaten Jayawijaya, Papua.

Laurens Elosak, Juru Bicara FMJ-PTP menyatakan, langkah Pemerintah Pusat itu bagian dari perjuangan FMJ-PTP bersama masyarakat Pegunungan Tengah Papua yang selama ini digalang agar kebutuhan BBM dapat dipenuhi.

 

“Namun demikian, kita tetap sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Jayawijaya, DPRD Jayawijaya dan juga Pemerintah Pusat maupun Pertamina sendiri, mengenai apa yang kita bicara mereka respon, termasuk masalah lain,” kata Laurens kepada wartawan di Wamena, Kamis (28/4/2016).

 

Hasil dari upaya itu, kata dia, sejak pekan ini masyarakat di Jayawijaya dan pegunungan tengah lainya dapat menikmati layanan dengan pembelian BBM dengan harga standar.

 

Ia mengakui, bagian ini membuktikan pemerintah mulai peka dengan kebutuhan rakyat dan forum sebagai bagian dari masyarakat yang menyuarakan soal-soal sosial masyarakat akar rumput.

 

“Kami merasa ada terobosan, karena ini merupakan langkah pertama dan sejarah pertama bagi wilayah pegunungan tengah untuk dilakukan penambahan kuota BBM. Kami sampaikan ke pemerintah daerah, DPRD dan Pemerintah Pusat untuk peduli melihat daerah pedalaman, bukan hanya di dalam kota,” tuturnya.

Langkah yang sudah direspon pemerintah sangat baik, tetapi menurutnya, forum berharap agar hal ini terus berkelanjutan hingga puluhan tahun mendatang, di mana masyarakat bisa mengisi BBM jenis premium di APMS-APMS yang ada di Kota Wamena.

 

“Kami harap, setelah adanya penambahan kuota BBM ini, tidak ada lagi pengecer-pengecer di pinggir-pinggir jalan, di depan ruko-ruko agar tidak menimbulkan kegaduhan di kemudian hari. Kami harap Disperindagkop melakukan pengawasan sesuai tugas yang ada,” tegas Elosak.

 

Sementara itu, Kepala Disperindagkop Kabupaten Jayawijaya, Semuel Munua mengatakan, penambahan kuota BBM ini karena adanya kepedulian Pemerintah Pusat akan kesulitan BBM di wilayah pegunungan ini.

 

“Jadi, untuk jenis Premium dan Pertalite bebas mengisi sesuai dengan kebutuhan kita. Perlakuan sama dengan daerah lain di Indonesia. Masyarakat bisa gunakan BBM yang ada ini untuk meningkatkan taraf hidup keluarga,” ujar Semuel.

Namun demikian, Munua menyatakan, ada batasan pengisian BBM jenis premium, dimana dalam satu hari masyarakat yang membawa kendaraanya hanya bisa mengisi sekali. Sedangkan untuk jenis solar, Disperindagkop akan kendalikan, dimana perlu pengendalian karena peluang untuk dibisniskan sangat cukup apalagi ke proyek-proyek.

 

“Untuk pengecer kita tidak jual los begitu saja, tetapi dengan catatan, APMS yang ada dicatat, satu hari kendaraan dengan plat nomor, kemudian sore hari kami cek lagi apakah kendaraan yang sama mengisi lagi di APMS lain. Jika ketahuan, tinggal dipanggil yang bersangkutan bekerja sama polisi untuk ditegur. Tetapi untuk pengecer resmi jalan seperti biasa, hanya saja harus sesuai dengan harga yang ditetapkan,” tegas Munua.

 

 

Editor: Arnold Belau

 

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Bangun RS Tak Harus Korbankan Warga Sekitar Sakit Akibat Banjir dan...

0
“Perda kota Jayapura melarang aktivitas pembangunan di atas kawasan resapan air serta adanya Permenkes tentang panduan pembangunan Rumah Sakit, tetapi melihat fakta kenaikan air di kawasan resapan air Lembah Emereuw serta wilayah Kotaraja dan pasar Youtefa, maka sebaiknya pemerintah segera mengambil sikap dengan usulan kami demi hak dan keselamatan warga masyarakat,” tandasnya.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.