ArsipPersipura Coret 8 Pemain, Coach OL “Digoyang”

Persipura Coret 8 Pemain, Coach OL “Digoyang”

Jumat 2016-01-06 20:40:40

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Sedikitnya delapan pemain Persipura Jayapura dicoret dari daftar tim Mutiara Hitam. Sementara, posisi Osvaldo Lessa (OL) masih aman, meski terus “digoyang” untuk dipecat dan diganti pelatih lokal karena berbagai alasan.

Pelatih Kepala Persipura, Osvaldo Lessa menyebutkan nama delapan pemain tersebut yakni Lancine Kone, Lim Jun Sik, Victor Pae, Selcius Gebze, Fandri Imbiri, Ronald Setmop, Fredy Isir, dan Elvis Harewang.

“Ya, delapan pemain ini kami lepas dari tim,” ucapnya menjawab pertanyaan wartawan, Rabu (6/1/2016) sore di stadion Mandala, Jayapura.

Lessa beralasan, hal ini dilakukan manajemen untuk lebih memaksimalkan pemain yang ada dalam persiapan mengikuti turnamen Piala Gubernur Kalimantan Timur 2016.

“Sekarang kita fokus latihan untuk persiapan bertanding di turnamen Kaltim,” ujarnya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut berdasarkan evaluasi terhadap pemain dan kebutuhan tim Persipura.

“Managemen Persipura tidak memperpanjang kontrak delapan pemain ini sudah sesuai mekanisme. Tidak ada dampak besar, kita punya stok yang cukup. Saya tidak ragukan. Skuat yang ada saat ini akan lebih dimaksimalkan,” tutur Lessa.

Apakah akan ada penggantinya? “Kami pelatih dan pihak managemen saat ini belum berpikir ke sana. Untuk ikut turnamen di Kalimantan, pemain yang ada sudah cukup dan bisa diandalkan. Tidak perlu ragu,” tegasnya.

Meski sejauh ini tak ada rencana tambah pemain, dalam latihan perdana sore itu tampak satu wajah baru. Ardiansyah namanya.

Setelah ditelusuri, Ardiansyah selama ini tercatat sebagai pemain futsal di klub Mutiara Hitam. Ia direkrut karena dianggap layak berkostum Persipura.

Pemain anyar ini sejatinya pernah magang bersama Persipura senior di masa Jacksen F Tiago.

 

Lessa Gagal?

Pasca pencoretan besar-besaran di tubuh Persipura Jayapura, posisi coah OL dipertanyakan. Ia bahkan diminta “turun” dari kursi Pelatih Kepala.

Pengamat sepakbola Papua, Daniel Womsiwor mengatakan, jika Lessa dipertahankan dan ada pemain yang dikorbankan, maka setiap turnamen harus target juara.

“Jangan ada alasan kurang persiapan atau karena cuma dua minggu latihan dan tidak ikut pemanasan di Piala Presiden,” kata Daniel, Rabu (6/1/2016), dilansir tabloidjubi.com.

Ia kemudian membandingkan, tim Semen Padang yang tak ikut dalam Piala Presiden dan dilatih pelatih lokal bisa lolos ke babak selanjutnya dalam Piala Jenderal Sudirman.

Mantan Asisten Pelatih Fisik tim sepakbola PON Papua 2012 ini menilai, apapun alasan yang dibeberkan Lessa, kurang ilmiah dan tak logis. Sebab, tegas Womsiwor, sebagian besar tim yang lolos ke babak semifinal PJS, semuanya ditangani pelatih lokal.

“Hanya Persipura sendiri yang memakai jasa pelatih asing dari Brasil,” ujar Womsiwor.

Daniel mengklaim, banyak pengamat dan mantan pemain telah menilai prestasi OL buruk, sehingga posisinya di Persipura diminta diganti dengan pelatih lokal.

“Sebaiknya pelatih lokal saja, masih ada Mettu Duaramuri, Chris Leo Yarangga dan Fernando Fairyo yang siap menukangi Persipura,” tegasnya.

Osvaldo Lessa “naik jabatan” sebagai Pelatih Kepala setelah ditinggal pergi Jacksen Tiago. Lessa sebelumnya pelatih fisik. Kurang lebih 4 tahun sejak awal Januari 2009. Setahun menukangi Persipura per Januari 2015, ia dianggap belum berhasil bersama Boaz Solossa Dkk di kompetisi Indonesia Super League (ISL), AFC maupun turnamen PJS.

Gagal melaju ke babak semifinal PJS, dicatat sejumlah pengamat dan pendukung Persipura, buktinya. Keputusan OL menentukan starting eleven tak luput disoroti. Suka bongkar pasang skuat utama, pun telat mengganti pemain.

Meski level turnamen tanpa arah kelanjutannya, OL menurut Nico Dimo dan beberapa pengamat sepakbola di Tanah Papua, sebagaimana diwartakan berbagai media massa, belum menjawab harapan sesuai isi kontrak ketika menangani tim Persipura.

Sementara, Lessa dalam satu kesempatan belum lama ini tak terlalu galau dengan desakan tersebut. Desakan publik untuk segera ganti Pelatih Kepala Persipura.

“Santai saja, kan kontrak saya belum selesai. Lagian itu urusan managemen. Saya hanya profesional menjalankan tugas,” ucapnya dengan santai.

MARY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pagi Ini Jalan Trans Tiom-Wamena Dipalang Caleg PPP

0
“Kami palang jalan karena sampai sekarang belum diproses surat rekomendasi untuk rekap ulang di tiga kampung ini. Waktu itu ada dugaan pelanggaran. Terus, masalah yang terjadi pada saat pemilihan itu sudah dua kali dibicarakan dari Bawaslu. Pada saat pertemuan, bupati dan KPU hadir, memang sudah disepakati untuk rekap ulang,” jelas Ruddy Yigibalom.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.