Tanah PapuaMeepagoDualisme Kepemimpinan, BEM Kritik Kampus Uswim

Dualisme Kepemimpinan, BEM Kritik Kampus Uswim

PAPUAN, Nabire— Proses perkuliahaan di kampus Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire selam ini tidak berjalan dengan baik.  Rektor USWIM dan para dosen diminta untuk segera berbenah agar Uswim menjadi kampus yang lebih dan memberikan manfaat positif kepada mahasiswanya.

Demikian penegasan Ketua BEM USWIM Nabire, Agus Tebay, saat ditemui wartawan, pada Sabtu (19/7/2013) di Nabire, Papua.

Menurut Tebay, terjadi banyak masalah di kampus Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, salah satunya adalah fasilitas perkuliahan untuk mahasiswa yang sangat tidak lengkap.

Selain itu, Rektor juga dinilai memilki masalah, sehingga tidak pernah masuk di kampus, “Para dosen juga tidak konsisten dalam mengajar sehingga yang jadi korbannya adalah para mahasiswa,” ujar Tebay.

Baca Juga:  Kepala Dinas Pendidikan Dogiyai Tekankan Kerja Kolaborasi Demi Menyiapkan SDM Papua

Masalah paling mendasar menurut Tebay, adalah adanya dualisme kepengurusan kampus Uswim antara lembaga Uswim dan yayasan Yaban Sudah Mura, sehingga sampai saat ini aktivitas kampus tak berjalan optimal.

Kemudian, dari lima Fakultas yang ada, hanya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) saja yang terlihat aktif, sedangkan empat fakultas yang lain tidak aktif karena semua Dekan tidak pernah datang ke kampus, entah dimana kami tidak tahu.

Baca Juga:  Cegah Pendangkalan Hebat di Danau Paniai, GPPMMA Bersihkan Sampah

Selain itu, banyak dosen di kampus Uswim bukan dosen tetap. Ada yang latar belakangnya sebagai guru SMA, ada yang bekerja di instansi-instansi pemerintahan. Juga hampir semua dosennya adalah bergelar Strata satu.

“Ini kan aneh, masa mahasiswa strata satu diajar oleh dosen yang lulusan strata satu. Mustinya dosen minimal strata dua. Supaya mahasiswa menimbah ilmu dengan benar dan tidak setengah-setengah,” jelasnya.

Dan, kegiatan kemahasiswaan yang harusnya dijalankan, tetapi selama ini tidak pernah dijalankan sama sekali. “Karena semua dana untuk kemahasiswaan itu tidaklpernah diberikan kepada BEM Uswim. Itu hanya menjadi rahasia pembantu rektor III yang menangani kemahasiswaan di kampus ini,” tegasnya lagi.

Baca Juga:  Freeport Bersihkan Dampak Longsor, Gereja Banti Dua Kembali Aktif

“Dengan melihat kondisi kampus yang seperti ini, maka kami BEM meminta agar semua pihak yang ada di kampus mulai dari rektor hingga dosen-dosen  untuk segera bersatu kembali untuk memajukan kampus secara bersama untuk membawa perubahan dan guna mempersiapkan generasi yang berkualitas untuk masa depan tanah Papua,” ujarnya.

ARNOLD BELAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Gawat! Di Mimika, 2.500 Ekor Babi Mati Terserang Virus ASF

0
“Hampir setiap hari babi-babi mati akibat terpapar virus ASF, sehingga kandangnya harus disterilkan untuk mencegah penularan lebih lanjut. Vaksinnya memang belum ada. Jadi, upaya memutus mata rantai penyebaran virus ASF di kabupaten Mimika harus terus dilakukan. Dan, itu yang kami dorong kepada para peternak agar harus berperan aktif,” kata drh. Sabelina Fitriani.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.