ArsipPemuda Gereja Tubuh Kristus Hamadi Lebih Memilih Merayakan Hari Valentine di Panti...

Pemuda Gereja Tubuh Kristus Hamadi Lebih Memilih Merayakan Hari Valentine di Panti Asuhan

Senin 2015-02-16 19:34:30

KEEROM, SUARAPAPUA.com — Pemuda Gereja Bethel Indonesia (GBI) Tubuh Kristus Hamadi, Jayapura, dikabarkan lebih memilih merayakan hari Valentine bersama belasan anak-anak suku Korowai, di Panti Asuhan Syalom, Arso 8, Keerom, Papua, pada 14 Februari 2015 lalu.

Para pemuda yang datang dari Jayapura memberikan sejumlah bantuan agar dapat meringankan beban anak-anak usia sekolah yang berada di Panti Asuhan.

 

Ketua tim, Ev. Irianto Muabuai kepada suarapapua.com, mengatakan, banyak generasi muda merayakan hari Valentine di tempat-tempat yang mewah dan meriah, namun ada juga yang memilih untuk pergi ke tempat yang belum pernah dikunjungi.

 

“Kami lebih memilih datang kesini memberikan bantuan kepada anak-anak dari pedalaman suku Koroway, kami datang karena prihatin dengan kondisi anak-anak di sini,” terang Muabuai.

 

Menurutnya, dari kunjungan tersebut, sangat terharu, karena melihat semangat hidup dari anak-anak Papua, yang walau dengan berbagai kekurangan, tapi masih tetap bersemangat.

 

“Saya sangat terharu dan terkesan ketika melihat adik-adik yang masih sangat kecil namun telah memiliki semangat untuk berjuang melawan beratnya hidup.”

 

“Saya melihat anak-anak ini sudah menjadi contoh kecil bagi saya, kalau masih ada ribuan orang Papua yang hidup di hutan, yang sangat membutuhkan kasih sayang oleh kami,” tutur Muabuai.

 

Dikatakan, jika gereja menutup mata dan telinga bagi mereka yang kekurangan, maka siapa lagi yang akan menjawab kekurangan mereka, sebab saat ini pemerintah tidak bisa lagi diharapkan.

 

Sementara itu, Ketua pemuda Gereja Tubuh Kristus Hamadi, Decky Mubuai mengatakan, dirinya sangat terharu ketika mendapatkan sambutan yang sangat luar biasa dari belasan anak-anak di panti asuhan.
 

“Kami datang tidak membawa barang yang mahal, namun kami mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh ade-ade ini, karena kami rindu mereka dapat hidup dengan baik,” kata Decky.

 

Lanjut Decky, ketika ia mendengar kesaksian dari anak-anak panti asuhan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pemerintah tidak mampu membangun orang Papua di zaman yang modern ini.

 

“Ini adalah contoh pedalaman mini kecil yang ada di panti asuhan Syalom, sebab saya mendengar kesaksian dari pendiri panti asuhan ini, sudah 18 tahun panti ini berdiri, namun tidak ada perhatian khusus dari pemerintah,” ujar Decky kesal.

 

Editor: Oktovianus Pogau

 

HARUN RUMBARAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pemprov Papua Tengah Siap Gelar Multi Event Cabor U-12 dan U-16...

0
“Ada enam cabang olahraga yang akan diikuti oleh peserta dari delapan kabupaten, antara lain sepak bola U-12 dan U-16, bola voli, bola basket, futsal, badminton, dan atletik. Kegiatannya selama sepekan setelah diawali dengan upacara pembukaan tanggal 22 Juli di lapangan Kodim 1705 dan penutupan tanggal 27 Juli juga di tempat yang sama,” jelas Diana Youw.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.