ArsipPakage: Pangdam Jangan Asal Main Tuduh TPN-OPM

Pakage: Pangdam Jangan Asal Main Tuduh TPN-OPM

Sabtu 2012-06-02 13:32:00

Dikatakan, sangat aneh juga jika TPN-OPM pada siang bolong mau turun ke tempat wisata yang ramai dengan pengunjung, dan menembak mati seorang warga Jerman yang tidak berbuat salah dan dosa terhadap masyarakat Papua.

“TPN-OPM siapa yang berani bawa senjata siang bolong dan jalan dikota, apalagi menembak warga sipil, itu tidak mungkin, Pangdam harus tunjukan dulu bukti-bukti otentik dulu baru tuduh OPM,” tegas Pakage.

Dikatakan juga, dari motif dan cara-cara penembakan, termasuk dari keterangan para saksi-saksi, pelaku penembakan bisa dikatakan adalah orang yang telah terlatih khusus, yakni anggota Kopassus yang selama ini “bergentayangan” di tanah Papua.

“TPN-OPM sekarang lebih fokus siapkan beberapa agenda kedepan, bukan jalan tembak sembarang seperti kejadian di pantai Base-G,” ujar Pakage yang juga adalah mantan tahanan politik.

Sebelumnya, Pangdam XVII/Cenderawasih, Moh Erwin Syafitri, dalam beberapa media local dan nasional mengatakan bahwa pelaku penembakan di Pantai Base-G Jayapura, Papua, adalah kelompok TPN-OPM.

Dikatakan juga oleh Pangdam XVII/Cenderawasih, bahwa aparat kepolisian sedang mengejar pelaku penembakan untuk ditangkap dan diproses secara hokum.

Namun, sampai saat ini siapa pelaku penembakan warga Jerman tersebut belum ditangkap, termasuk diumumkan ke public.

Tim kepolisian yang dipimpin Wakapolda Papua, Brigjen Paulus Waterpauw juga belum menemukan siapa pelaku penembakan tersebut.

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tak Terlibat Kasus Kekerasan, Peni Petrus Pekei Harus Dibebaskan

0
“Tuduhan kepada saudara Peni Pekei melakukan perampasan senjata api milik Nikolas Worabay di kampung Wotai, distrik Yatamo itu tidak benar. Karena pada saat itu juga pistol tersebut langsung dikembalikan kepada Polda Papua melalui Polres Paniai. Jadi, sekarang polisi cari masalah apa lagi?,” ujarnya mempertanyakan.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.