ArsipHadapi Tantangan Zaman, Gereja Kingmi Wilayah Deiyai Konsolidasi

Hadapi Tantangan Zaman, Gereja Kingmi Wilayah Deiyai Konsolidasi

Sabtu 2014-09-06 16:16:00

PAPUAN, Deiyai — Para pelayan Tuhan dari Gereja Kemah Injil Papua (Kingmi) Wilayah Deiyai, menggelar seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR), untuk mengkonsolidasi lembaga gereja mereka menghadapi tantangan zaman.

Ketua Pelaksana kegiatan, Yulianus Anouw, kepada suarapapua.com, mengungkapkan, kegiatan tersebut digelar untuk membentengi diri dan lembaga gereja dari tantangan dan perkembangan zaman.

 

"Era modern ini banyak masalah yang sering terjadi, sehingga acara ini digelar agar kami dapat bersatu padu menghadapi semua hal baru yang akan datang ke Deiyai," ujarnya, saat ditemui di halaman Gereja Kingmi Sion, Waghete, Deiyai, Papua.

 

Lanjut Anouw, saat ini banyak juga denominasi gereja yang sedang berusaha masuk di Deiyai, dan telah menyebabkan banyak iman jemaat yang goyah.

 

"Dalam tubuh gereja juga mulai timbul pelbagai hal seperti egois, iri hati, tidak menghargai, tak peduli, ambisi, pelayanan tidak bersama masing-masing jalan dan lain sebagainya, ini yang sedang terjadi," urainya. 

 

Dikatakan, melalui kegaitan tersebut, diharapkan dapat mempererat hubungan antara jemaat dengan jemaat, dan juga antar jemaat dengan Tuhan.

 

"Yang ikut kegiatan ini hamba-hamba Tuhan dari tujuh klasis yang ada di Deiyai, semangat mereka untuk ikut kegiatan ini juga sangat tinggi."

 

"Dan diharapkan agar kegiatan ini dapat terus berlanjut, dan dapat melibatkan lebih banyak orang," kata Pendeta Anouw.

 

MARSELINO TEKEGE

Terkini

Populer Minggu Ini:

KKJ PB-PBD Kecam Tindakan Arogan Oknum TNI AL Terhadap Para Jurnalis...

0
“Wartawan memiliki hak dan mendapatkan perlindungan hukum dalam hal sedang menjalankan fungsi, hak, kewajiban dan perannya yang dijamin Pasal 8 Undang-undang Pers. Perlindungan hukum itu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat,” ujar Safwan Ashari.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.