Tanah PapuaMamtaAbisai Rollo: Demo, Bagian Dari Penyampaian Aspirasi

Abisai Rollo: Demo, Bagian Dari Penyampaian Aspirasi

PAPUAN, Jayapura—- ketua komisi A DPRD kota Jayapura dan juga salah satu ondoafi Portnumbay asal Muara Tami, Abisai Rollo, mengatakan  demonstrasi merupakan bagian dari penyampaian Aspirasi. Hal ini disampaikan Abisai kepada suarapapua.com di ruang kerjanya, Rabu (19/3/2014) siang.

“Penyampaian aspirasi itu hak, silakan-silakan saja, apalagi sekarang era demokrasi tapi setiap warga yang melakukan aksi demonstrasi tersebut tidak boleh mengganggu aktivitas lainnya”.

Baca Juga:  SP3 Kasus Teror Bom Terhadap Victor Mambor Dinyatakan Cacat Hukum

Abisai Berharap, semua masyarakat Kota Jayapura yang melakukan aksi demonstrasi maupun yang tidak melakukan aksi tersebut untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban kota.

“Jaga diri, lingkungan dan tempat dimana ia berada agar tempat tersebut aman damai dan nyaman berada dan tidak mendapat gangguan dari pihak manapun.

“Kalau kita lihat, Kota jayapura merupakan ibu kota dari provinsi papua, sehingga masyarakat kota jayapura sangat majemuk. meniatur indonesia bagi papua itu ada di jayapura kalau di papua. Sehingga tidak heran kalau banyak masalah yang kerap kali terjadi di kota jayapura,” kata Rollo.

Baca Juga:  PAHAM Papua: Proses Hukum 13 Tersangka Penyiksaan Wajib Dilaksanakan di Jayapura

Pada kesempatan itu juga ketika ditanya menyangkut situasi dan kondisi jayapura saat ini, Abisai mengatakan untuk sementara ini pengamanan di kota jayapura sangat kondusif. “Saya berharap aparat dapat menjaga semuanya ini dengan baik agar situasi tetap aman dan terkendali” menurutnya.

Disela-sela itu pula, sebagai ketua komisi A DPRD kota jayapura, dirinya menghimbau kepada semua warga kota untuk menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dapat merusak hidupnya sendiri.

Baca Juga:  Kasus Teror Bom Terhadap Victor Mambor, Saksi Ahli Bilang Tindak Pidana

MIKHA GOBAY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.