BeritaPolhukamKetua Umum KNPB Dibebaskan Dari Lapas Abepura

Ketua Umum KNPB Dibebaskan Dari Lapas Abepura

PAPUAN, Jayapura — Ketua Umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Frederik Yeimo akhirnya dibebaskan dari Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Abepura, Jayapura, Papua, Selasa (05/8/2014) siang, usai menjalani sisa masa tahanan.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Abepura, Endang Lintang Hardiman, kepada wartawan mengatakan, surat pembebasan bersyarat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah diturunkan sejak Senin (04/8/2014) sore.

“Karena turunnya sore, hari ini surat pembebasan bersyarat kita antar ke Kejaksaan untuk sampaikan informasi tersebut. Masa akhir pembebasan bersyarat sampai tanggal 19 Januari 2016.”

“Apabila di dalam masa pencobaan pembebasan bersyarat ini yang bersangkutan melakukan pelanggaran hukum, maka pembebasan akan diusulkan untuk dibatalkan, dan dia harus jalani sisa pidana tersebut,” katanya.

Baca Juga:  Pemuda Adat Tekankan Cakada Harus Memihak Masyarakat

Menurut mantan Kalapas Narkotika Doyo ini, Victor layak mendapatkan pembebasan bersyarat karena sudah melengkapi semua syarat-syarat yang dibutuhkan untuk bebas.

“Dia juga berkelakuan baik selama di dalam LP, sehingga kami usulkan untuk dapat pembebasan bersyarat. Saat ditangkap dia dikenakan pasal 106 tentang makar,” ujar Kalapas.

Sementara itu, Ketua I KNPB, Agus Kossay yang juga datang ke Lapas Abepura untuk menjemput Ketum KNPB mengaku senang dengan pembebasan rekan mereka yang telah lama “diasingkan” di dalam penjara Indonesia.

“Penjara merupakan rumah kedua bagi anggota KNPB di seluruh tanah Papua. Hanya bicara yel-yel merdeka, dan aksi demo damai saja bisa ditangkap, dan bisa dipenjarakan bertahun-tahun, ini yang buat kami bingung dengan negara ini,” tegas Kossay.

Baca Juga:  TPNPB Menyatakan Tidak Bertanggung Jawab Atas Pencurian Senjata Api di Polres Yalimo

Pembebasan untuk Ketum KNPB, lanjut Kossay, merupakan sebuah kabar gembira bagi seluruh rakyat Papua Barat yang hidup di Sorong hingga Samarai.

“KNPB akan terus berjuang agar referendum bisa berlangsung, karena kami punya hak untuk menentukan nasib sendiri. Ini menambah dukungan moril bagi rakyat Papua Barat,” tegasnya.

Victor Yeimo, saat memberikan keterangan pers di depan Lapas Abepura menjelaskan, dirinya ditahan dan dipenjarakan hanya karena mempimpin aksi demo damai tanpa kekerasan.

“Di Pengadilan jaksa tidak bisa membuktikan kalau saya Makar, sehingga hanya divonis satu tahun, tapi mereka tidak terima dan lakukan banding, kemudian divonis tiga tahun,” kata Yeimo.

Dalam proses penangkapan, Yeimo mengakui mendapatkan intimidasi, teror dan aksi pemukulan yang sangat luar biasa dari aparat keamanan Indonesia.

Baca Juga:  Seruan Selamatkan Hutan Papua Melalui Kampanye “All Eyes on Papua”

“Saat kawan-kawan lain melakukan aksi demo damai, juga selalu diperlakukan sama, polisi hanya asal main tangkap saja, tapi tidak mampu membuktikan di pengadilan, hukum Indonesia memang begitu,” tegas mantan Juru Bicara KNPB ini.

Sekedar diketahui, Yeimo sempat dibebaskan pada 2011, karena harus menjalani pengobatan diluar Lapas Abepura. Namun kembali ditangkap lagi pada Mei 2013 di Kampus Universitas Cenderawasih, dan diminta menjalani sisa masa tahanan hingga Agustus 2014.

Pantauan suarapapua.com, Victor Yeimo dibebaskan sekitar pukul 10.30 WIT, dan disambut oleh puluhan pengurus KNPB di Jayapura, juga tampak Ketua KNPB Timika, Steven Itlay.

OKTOVIANUS POGAU

Terkini

Populer Minggu Ini:

38 Siswa Asal Nduga di Jateng Gelar Kegiatan Evaluasi Nilai Semester...

0
“Kegiatan ini juga kami lakukan hanya karena beban moril sebagai kakak, sebagai orang tua di tanah rantau. Hal ini juga mengingat tujuan utama kita datang ke Jawa untuk mengakses pendidikan yang layak, sama seperti pelajar dan mahasiswa di Indonesia yang merasakan akses layanan pendidikan yang layak.”

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.