Tanah PapuaMeepagoForum Pimpinan Gereja Papua Kecam Pembantaian 5 Warga Sipil di Paniai

Forum Pimpinan Gereja Papua Kecam Pembantaian 5 Warga Sipil di Paniai

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Forum Kerja Oikumenis Gereja-Gereja Papua (FKGOP) mengecam pembantaian yang dilakukan aparat TNI/Polri, di Enarotali, Kabupaten Paniai, Senin (8/12/2014), sehingga menewaskan lima warga sipil.

“Kami mengecam dan mengutuk pembantaian yang dilakukan aparat TNI/Polri di Lapangan Karel Gobay, Paniai,” kata Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja Baptis Papua (PGBP), Pdt. Socrates Sofyan Yoman, saat menggelar jumpa pers di Aula P3W, Padang Bulan, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, sore tadi.

Yoman mengaku sangat menyesalkan peristiwa di Enarotali, Paniai yang menewaskan lima warga sipil yang merupakan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) di Enarotali. (Baca: Aparat TNI/Polri Tembak Mati Empat Warga Sipil di Kabupaten Paniai).

“Negara harus bertanggung jawab atas tragedi di Paniai, segera kirim tim independen untuk usut kasus itu, jangan terus melakukan pembohongan publik di media massa,” kata Yoman.

Baca Juga:  Illegal Logging Masih Marak di Mimika, John NR Gobai: Masyarakat Dapat Apa?

Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Kingmi Papua, Pdt Benny Giay, mengatakan, pemerintah harus bisa segera membuktikan tuduhan yang menyebutkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai pelaku penembahan. (Baca: Lagi, Satu Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri; Korban Jadi Lima Orang).

“Jangan Polisi asal tuduh, karena senjata yang digunakan jelas-jelas milik aparat TNI dan Polri, harus dilakukan investigasi secara menyeluruh, karena jemaat kami ditembak dengan peluru mematikan,” kata Giay.

“Kita semua tahu bahwa warga di Paniai mati ditembak dan di negara ini yang resmi pegang senjata adalah aparat keamanan TNI/Polri. Jadi ini harus dijelaskan, buktikan. Kalau yang disangkakan itu OPM, mana buktinya,” kata Benny Giay dengan nada bertanya.

Baca Juga:  JPU Tuntut Agus Kosay dan Beny Murib Dua Tahun dan Delapan Bulan Penjara

Benny juga mengungkapkan bahwa markas OPM di Eduda, Paniai, telah dibumi hanguskan oleh aparat keamaan beberapa waktu lalu, sehingga jika dituduhkan demikian tidaklah benar. (Baca: Kado Natal Jokowi-JK untuk Papua, 5 Warga Paniai Tewas Ditembak TNI/Polri).

“Jangan putar balik fakta untuk menutupi kejahatan negara, kami sudah sering dibantai oleh negara ini, dan selalu rakyat sipil yang dituduh, ini sangat memalukan,” katanya. (Baca: Presiden Jokowi Diminta Bertanggung Jawab atas Tewasnya 5 Warga Sipil di Paniai).

Sedangkan, Pdt Selvia Titihalawa, salah satu pendeta senior di Papua mengatakan, seharusnya pemerintah bergerak cepat untuk ungkap kasus penembakan di Paniai, karena tak lama lagi Natal. (Baca: Ini 5 Nama Korban Tewas, dan 2 Korban Luka Kritis di Paniai).

Baca Juga:  Proteksi OAP, FOPERA Desak KPU RI Menerbitkan PKPU Khusus Pelaksanaan Pemilu di Tanah Papua

“Saya kira dengan dialog, lewat para-para adat bisa membicarakan hal ini. Banyak masalah di Papua, tapi tidak diungkap jelas. Masalah Paniai, pemerintah harus bertindak tegas, independen dan hukum para pelaku,” katanya. Baca: Warinussy: TNI dan Polri Telah Melakukan Pelanggaran HAM Berat di Paniai).

Sebelumnya, Senin (11/12/2014), lima warga sipil di Paniai, dikabarkan tewas tertembak di Lapangan Karel Gobay, tak jauh dari markas Koramil Enarotali dan Polsek Paniai Timur. (Baca: Kapolda dan Pangdam Batal ke Paniai, 4 Jenazah Dimakamkan di Depan Kantor Koramil).

 

OKTOVIANUS POGAU

4 KOMENTAR

Terkini

Populer Minggu Ini:

PSBS Siap Menuju Liga 1 Usai Ambil Satu Poin di Aceh

0
“Puji Tuhan, kami bisa raih satu poin di kandang Persiraja pada sore ini. Kita lihat tadi perjuangan para pemain kami memang sangat luar biasa. Saya sangat mengapresiasi mereka,” ucap Aditya saat sesi konferensi pers usai laga di Stadion Langsa, Aceh, Minggu (25/2/2024) sore.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.