Polisi Tangkap Dua Anggota KNPB dan Dipukul Secara Brutal

0
1032

Jumat 2014-08-08 18:58:15

PAPUAN, Jayapura — Dua anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Manokwari, Robert Helemaken (17) dan Oni Weya (21), ditangkap aparat Kepolisian Resort Kota Manokwari, dan dipukul hingga babak belur.

Kejadian tersebut terjadi pada pukul 03.30 WIT dini hari tadi, tepatnya di depan Komplek Bumi Marina, Blok 4, samping gereja GKI Pentakosta, Manokwari. 

 

Juru Bicara KNPB Wilayah Mnukwar, Sarpas Mbisikmbo, saat dikonfirmasi suarapapua.com, siang tadi (08/8/2014), membenarkan informasi tersebut.

 

“Benar, dua anggota KNPB sudah ditangkap dan dipukul oleh aparat TNI/Polri sekitar pukul 03.30 WIT dini hari tadi. Mereka ditangkap saat melaksanakan agenda KNPB, yaitu melakukan pencoretan tentang boikot peringatan 17 Agustus di seluruh kota Manokwari,” ujar Mbisikmbo.

 

Menurutnya, aparat telah melakukan kekerasan dengan cara yang sangat tidak manusiawi, baik sewaktu menangkap maupun saat setelah ditahan di kantor Polisi.

“Kami sudah cek mereka dua di kantor polisi, tempat mereka ditahan. Kondisi mereka diluar dugaan kami. Karena bukan hanya dipukul saja, tetapi aparat telah menganiaya kedua teman kami,” jelasnya.

 

Sarpas mengungkapkan, kondisi Oni Weya sangat kritis, bibir pecah dan bengkak, dagu bengkak, testa benjol, juga matanya bengkak dan tidak bisa lihat. 

 

Selain itu, Oni juga telah dipukul menggunakan popor senjata saat ditangkap dan ditendang berulangkali di dada, sehingga dadanya sakit hingga saat ini.

 

Sementara itu, Robert Helemaken mengalami bibir pecah, muka benjol dan dadanya sakit akibat ditendang dan dipukul dengan popor senjata.

 

Bazoka Logo, Juru Bicara Nasional KNPB pusat saat dikonfirmasi mengaku sangat kesal dengan tindakan brutal aparat keamanan. Karena telah menangkap dan memperlakukan dua anggota KNPB wilayah Manokwari dengan tidak sewajarnya.

 

“Aparat harus banyak belajar. Ini tidak ada apa-apa lalu ditangkap dan dipukul secara brutal. KNPB tidak pernah buat tindakan-tindakan kriminal. Tapi kami terus dikejar dan ditangkap tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

 

“Ini tanah kami. Ini rumah kami. Ditangkap, dipukul dan dipenjarakan itu hal biasa bagi kami. Tetapi, KNPB tidak akan tinggal diam. Kami akan terus berjuang untuk menentukan nasib kami sendiri,” tegas Bazoka Logo kepada media ini.

 

Kapolres Kota Manokwari, AKBP Johni Edison Isir saat dihubungi melalui telepon genggamnya tidak memberikan respon. Beberapa Short Message Service (SMS) yang dikirim juga tidak dibalas.

 

ARNOLD BELAU