Ini Enam Tuntutan SKJWM Terhadap Kasus KLB Mbua

0
425

Minggu 2016-01-17 11:44:51

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Ada enam tuntutan dari tim Solidaritas Korban Jiwa Wilayah Mbua (SKJWM) Kabupaten Nduga, Papua, yang beberapa waktu lalu telah “terjun” ke lapangan dan melihat dari dekat perkembangan di Kabupaten Nduga.

Tuntutan ini disampaikan saat SKJWM menggelar jumpa pers  di kantor KontraS Papua, Padang Bulan, Abepura, Kota Jayapura, Jumat (15/1/2016) siang.

Pertama, mendesak pemerintah pusat dalam hal ini Kemenkes RI, Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan Kabupaten Nduga sebagai lembaga yang paling bertanggungjawab agar mencari dan mengumumkan virus yang menyebabkan penyakit Pertusis di distrik Mbua, Dal dan Mbulmu Yalma.

Kedua, mendesak DPR Papua dan DPRD Kabupaten Nduga untuk segera membentuk tim khusus atau panitia khusus untuk memastikan berapa banyak manusia meninggal dunia dan hewan yang mati secara misterius itu.

 

Ketiga, dengan tegas menolak pengobatan massal yang dilakukan oleh aparat keamanan TNI-Polri serta bantuan sembako yang dibantu oleh TNI-Polri di wilayah pegunungan tengah pada umumnya dan wilayah Mbua secara khusus.

 

Keempat, mendesak kepada pemerintah terutama pihak yang membidangi di bidang kesehatan untuk menetapkan petugas paramedis yakni dokter spesial, tenaga bidan dan perawat serta melengkapi sarana dan prasarana termasuk logistik obat yang dibutuhkan.

 

Kelima, mendesak kepada pemerintah pusat, provinsi dan daerah untuk membuka pusat pelayanan kesehatan masyarakat di distrik Dal dan Mbulmu Yalma.

 

Keenam, mendesak kepada pemerintah pusat, provinsi Papua dan kabupaten Nduga dalam hal ini yang membidangi pembangunan perumahan rakyat dan sanitasi air bersih untuk membangun rumah layak huni.

 

Hasil Investigasi SKJW

 

Setelah SKJW melakukan investigasi wilayah Mbua, terutama di tiga distrik yang mengalami musibah, yakni Mbua, Dal dan Mbulmu Yalma, menemukan dan menyatakan:

  1. KLB terjadi pada tiga distrik, yakni distrik Mbua, Dal dan Mbulmu Yalma
  2. KLB berawal dari kematian beberapa hewan yakni kematian katak dan ular di alam bebas (September-Oktober 2015) dan kematian hewan peliharaan dan budi daya masyarakat, yaitu Babi, Ayam, Kelinci dan Ikan (Oktober-November 2015). 
  3. Kematian misterius bagi warga masyarakat lokal terjadi dari Oktober-3 Januari 2016, berjumlah 54 orang.
  4. Hewan peliharaan dan ternak milik masyarakat, terdiri dari:

 – Babi : 293 ekor
 – Ayam : 276 ekor
 – Ikan : 23 ekor ditambah dengan 5 kolam
 – Kelinci : 3 ekor

HARUN RUMBARAR