ArsipAnak Setelah Pejabat Lupa Mama

Anak Setelah Pejabat Lupa Mama

Senin 2015-12-21 05:08:41

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pejabat pemerintah di Tanah Papua tidak menyadari asal muasal, bahkan sampai lupa diri kalau ia dilahirkan, dibesarkan hingga menjadi “manusia” karena seorang Mama.

Mama Yuliana Pigai yang saban hari berjualan di Pasar Mama-mama Papua Jln. Percetakan, Kota Jayapura, Papua, mengaku kesal dengan sikap apatis para pejabat di Tanah Papua yang nota bene anak-anak asli Papua.

Selama ini, menurutnya, para pejabat hanya janji tanpa realisasikan rencana bangun pasar representatif bagi Mama-mama Papua untuk bisa berjualan dengan nyaman.

“Anak-anak setelah jadi pejabat itu lupa kita mama-mama Papua. Banyak janji, tidak ditepati. Sangat sedih,” ucapnya usai perayaan Natal Mama-Mama Papua, Minggu (20/12/2015) malam.

Ibadah Natal diadakan sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) di pasar sementara yang dibangun enam tahun silam.

Bagi Mama Pigai, tak ada rasa bangga pada pejabat Papua selama janji bangun pasar Mama-mama Papua belum direalisasikan. “Ini Otsus, tetapi dorang tidak pernah mau perhatikan kami. Janji terus, tipu terus itu,” ujarnya.

Hal tersebut dinilainya sebagai satu kegagalan di era Otonomi Khusus.

“Sedikit dari hasil jualan setiap hari biasa kami pisahkan untuk biaya sekolah anak-anak. Tetapi, kami kecewa, karena Papua ini dipimpin oleh anak-anak kami sendiri, selalu sudah lupa sama Mama-mama Papua,” tutur Mama Pigai.

Meski begitu, Mama-mama Papua tetap melanjutkan perjuangan untuk mendapat pasar permanen yang juga telah dijanjikan Presiden Joko Widodo saat kunjungi Jayapura tahun lalu.

Dua kegiatan yang diadakan bersamaan ini bagi mama-mama Papua merupakan kesempatan bagus untuk melihat kembali perjalanan perjuangan selama ini.

“Kita di sini tetap tuntut supaya segara ada pasar, dan pemerintah juga jangan lupakan Mama-mama Papua di daerah lain. Mereka juga satu nasib dengan kami,” tegasnya.

Ketua SOLPAP, Pdt. Dora Balubun, S.Th mengatakan, Mama-mama Papua tetap pada misi awal bahwa pasar representatif merupakan kebutuhan urgen hari ini demi mengembangkan kreativitas usaha mereka sehari-hari.

Pendeta Dora dalam kotbahnya berharap, Mama-mama pedagang asli Papua sebagai satu keluarga besar senantiasa menaikan puji dan syukur pada Tuhan atas rahmat dan perlindungan selama ini terutama atas usaha jualan dan perjuangan besar yang hingga kini belum direspon pemerintah.

“Perjuangan kita belum usai. Kita akan terus tagih janji Jokowi. Pasar permanen harus segera direalisasikan,” ujar Balubun.

MARY

Terkini

Populer Minggu Ini:

Pj Bupati Lanny Jaya Perintahkan Inspektorat Datangi Setiap OPD

0
“Selama satu minggu ini Inspektorat akan turun lapangan. Semua kepala dinas harus standby di kantornya masing-masing,” ujar Alpius Yigibalom.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.