Sejarah Baru, Uskup Timika Tahbiskan 10 Imam Baru

0
829

Rabu 2015-01-07 04:21:45

NABIRE, SUARAPAPUA.com — Sejarah baru dalam Gereja Katolik Keuskupan Timika dengan menahbiskan 10 imam baru, Selasa (6/1/2015) di Gereja Katolik Paroki Kristus Sahabat Kita (KSK), Nabire, Papua.

Sepuluh imam baru itu, 8 imam projo (Pr) dan dua lainnya dari Ordo Fransiskan (OFM), ditahbiskan oleh Uskup Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil, Pr.

 

Upacara penahbisan diadakan dalam perayaan ekaristi kudus yang dipimpin Uskup Saklil didampingi dua Imam Asisten, Pater Yustinus Rahangiar, Pr dan Pater Marthen Ekowaibi Kuayo, Pr serta puluhan Imam Konselebran.

 

10 orang diakon yang mendapat sakramen imamat sebagai imam baru, yakni Agustinus Alua, Pr; Alfonsus Biru Kira, Pr; Andreas Peni, Pr; Antonius Maurits Agustinus Dumatubun, Pr; Honaratus Pigai, Pr; Matias Ronal Sitanggang, Pr; Octavianus Taena, Pr; Stefanus Yogi, Pr; Ambrosius Sala, OFM dan Maximilianus Dora, OFM.

 

Dalam kotbahnya, Uskup Saklil mengakui tahbisan imamat kali ini dari sisi jumlah memang cukup banyak. Tetapi Gereja Katolik di wilayah Keuskupan Timika, kata dia, masih butuh imam lagi untuk melayani umat Tuhan.

 

Sesuai tema pada perayaan misa tahbisan 10 imam baru, yaitu “Kamu Dipanggil untuk Melayani dalam Kasih Tuhan”, menurut Uskup, selaras dengan motto keuskupan Timika “Parate viam Domini” atau “Siapkan Jalan Tuhan”.

 

“Menjadi imam berarti turun di tengah-tengah masyarakat untuk mempersiapkan jalan Tuhan,” ujar Uskup Saklil.

 

“Imam bukan tuan besar, tetapi menjadi hamba yang siap menjadi pekerja di ladang Tuhan, dalam kondisi apapun siap menjadi pelayan umat Tuhan untuk mewujudkan kasih Tuhan dalam melayani umat kapan dan dimana saja,” tutur Uskup.

 

Mendapat tahbisan imam, lanjut Uskup Saklil, siap ditempatkan di pelosok terpencil sekalipun. Siap meninggalkan keluarga dan kekayaan warisan leluhur, juga menjadi milik umum, bukan milik keluarga, keret atau kampung.

 

Hadir pada misa tahbisan 10 imam baru, para bupati dan wakil bupati dari wilayah Mee-Pago, terdiri dari Kabupaten Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, dan Intan Jaya. Juga, para pejabat daerah dan provinsi serta anggota MRP dan DPRP.

 

Uskup di penghujung perayaan misa membacakan penugasan bagi 10 imam baru. Mereka ditugaskan di sejumlah paroki wilayah pedalaman Papua yang selama ini tak terlayani oleh imam.

 

Bupati Nabire, Isaias Douw menyampaikan proficiat atas tahbisan 10 imam baru, apalagi dilakukan di Nabire, wilayah pemerintahannya.

 

Menurut Bupati Douw, tahbisan imamat kali ini merupakan peristiwa iman yang patut disyukuri di awal tahun 2015. Hal tersebut diharapkan membawa spirit tersendiri bagi umat Keuskupan Timika, khususnya warga Kabupaten Nabire.

 

Wakil Uskup Keuskupan Timika, Pater Nato Gobai, Pr berpesan kepada 10 imam baru agar menjadi seorang pelayan tidak hanya dalam memimpin perayaan misa, tetapi dalam kehidupan umat yang selalu dililit berbagai persoalan.

 

Melayani umat Tuhan, kata Pater Nato, juga bersedia mau mendengar keluh kesah dan turut menyuarakan penderitaan atau masalah pelanggaran HAM sebagai suara kenabian.

 

“Ada banyak masalah di tengah masyarakat, dan ini satu tantangan bagi Gereja, bagi para imam yang baru saja ditahbiskan hari ini,” ujarnya.

 

MARY

print