Tanah PapuaLa PagoAktivis HAM dan Tokoh Gereja Pertanyakan Himbauan Jam Malam dari Polres Jayawijaya

Aktivis HAM dan Tokoh Gereja Pertanyakan Himbauan Jam Malam dari Polres Jayawijaya

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Surat himbauan jam malam yang dikeluarkan pihak Polres Jayawijaya untuk menjaga situasi Kamtibmas bagi masyarakat kota Wamena pada tanggal 30 April 2016, dipertanyakan sejumlah aktivis HAM dan tokoh gereja Pegunungan Tengah Papua, karena dianggap tidak sesuai dengan kondisi yang ada di Jayawijaya.

Pater John Jonga mengatakan, himbauan itu bisa membuat situasi bisa diperkeruh dengan menjadikan masyarakat lebih tidak nyaman.

“Surat himbauan itu satu dua hal yang menurut saya bisa menjadi suasana aman atau suasana lebih keruh, karena masyarakat semakin menjadi takut, juga semua aktivitas malam masyarkat batal,” ujar pater Jhon di Rumah Bina Wamena, Senin (2/5/2016) sore tadi.

Ia mengakui, himbauan ini bukan menciptakan situasi aman dan terkendali, namun sebaliknya bisa menjadi situasi tidak aman.

Baca Juga:  Pj Gubernur Bersama Pj Bupati Launching Listrik Menyala 24 Jam di Tiom

“Himbauan ini bisa menjadi aman tapi aman dari apa? Situasi yang ada disini saya nilai sejak Arnol Alua meninggal dan sesudah itu mulai temukan jenazah dan asal-usul jenazah ini tidak tahu. Jadi sebenarnya bagian ini juga menjadi desakan kepada pemerintah atau kepolisian untuk menjamin keselamatan di daerah ini,” tegasnya.

Ketua Klasis Balim Yalimo, Pdt. Judas Meage menyatakan, memangnya apa yang lebih luar biasa terjadi sehingga memberlakukan jam malam oleh pihak Polres Jayawijaya. (Baca: Masyarakat Pertanyakan Surat Himbauan Polres Jayawijaya Untuk Tidak Keluar Malam)

“Kan situasi kota Wamena sama seperti kemarin-kemarin dan belum ada tindakan luar biasa yang membahayakan masyarakat ini, jadi himbauan ini hanya menakuti-nakuti saja,” kata Pdt. Judas.

Baca Juga:  Askab PSSI Lanny Jaya Resmi Dilantik

Sementara itu, Kapolres Jayawijaya, AKBP. Semmy Ronny TH Abaa ketika dikonfirmasi mengakui, himbauan itu dikeluarkan menyikapi rencana aksi KNPB di Wamena.

“Selain KNPB, saya sendiri dapat informasi beberapa minggu lalu ketika baku kontak di Lanny Jaya, Popome, mereka yang kelompok itu beberapa ada turun mendekat ke Wamena, termasuk pergerakan massa dari Tolikara, ternyata mereka itu datang hanya untuk mengikuti upacara duka di Wamena. Tetapi ternyata tanggal 30 April kemarin 1 anggota polisi ditembak di dekat Ukumearik, tetapi tidak kena,” kata Kapolres.

Dengan dasar itu, kata Kapolres, pihaknya memberikan himbauan kepada masyarakat kota Wamena agar menghindari dari jatuhnya korban dari masyarakat sipil atau salah sasaran.

Baca Juga:  355 Panwaslu Pilkada di Kabupaten Lanny Jaya Dilantik

Intinya, dengan tidak adanya gangguan dari masyarakat sipil di malam hari berdasarkan waktu yang sudah ditentukan, pihaknya bersama anggota TNI bisa leluasa bekerja.

Pada tanggal 30 April 2016 pihak Polres Jayawijaya mengeluarkan himbauan jam malam untuk menjaga situasi Kamtibmas di kota Wamena dengan menghimbau agar masyarakat tidak boleh beraktivitas pada malam hari mulai pukul 22 Wit hingga 06 Wit pagi.

Batas waktunya jam malam ini sejak tanggal 30 April hingga tanggal 4 Mei 2016. Selain memberikan himbauan secara tertulis, pihaknya juga mengumumkan melalui mobil keliling kota Wamena.

Berdasarkan pantauan suarapapua.com sejak himbauan ini dikeluarkan, situasi kota Wamena mulai pukul 7 malam sudah mulai sunyi dan toko-toko mulai tutup.

Editor: Arnold Belau

ELISA SEKENYAP

Terkini

Populer Minggu Ini:

Tim Berantas Miras Harus Dibentuk Agar Dogiyai Aman

0
“Dogiyai sudah punya Perda nomor 8 tahun 2018 yang perlu dan harus didorong kembali oleh pemerintah daerah dengan didukung oleh semua pihak. Bila perlu bentuk Tim Satgas Gabungan Berantas Miras,” ujar Agustinus Tebai.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.