KNPB dan Rakyat Papua Gelar Ibadah Syukuran Sambut Pertemuan IPWP di London

0
1109
Pembacaan hasil pertemuan dan deklarasi Westminister oleh pengurus KNPB dan PNWP di Jayapura. (Harun Rumbarar/SP)
Pembacaan hasil pertemuan dan deklarasi Westminister oleh pengurus KNPB dan PNWP di Jayapura. (Harun Rumbarar/SP)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Bertempat di Museum Budaya Expo, Waena, pada Rabu (11/5/2016), Komite Nasional Papua Barat gelar ibadah syukuran menyambut hasil pertemuan International Parlement for West Papua (IPWP) dan Westminter  Declaration for Internasioanl Supervised Vote For West Papua dilakukan di Inggris pada 3 Mei 2016 lalu.

Wakil ketua PNWP wilayah Anim HA, Elieser Anggainggom mengatakan, sebuah langkah bersejarah untuk kebebasan West papua diambil di London.

Pada pertemuan IPWP yang berlangsung di gedung parlemen London, Inggris yakni mendesak agar ada pengawasan dan intervensi internasioanl untuk Papua.

“Pertemuan itu dihadiri oleh perdana menteri Tonga, Menteri luar negeri Vanuatu, Utusan Khusus  Solomon Islad untuk west Papua di MSG, Menteri pertahanan Vanuatu, gubernur Provinsi Oro di PNG, Tuan Harries dari Pentregarth, Kerajaan Inggris, house of lords Pememimpin oposisi Inggris, Juru bicara internatioanal ULMWP, Sekjen ULMWP dan beberapa petinggi negara dan parlemen Inggris,” ungkap Elieser.

Sementara itu, Agus Kossay, ketua I KNPB Pusat mengatakan, hari ini perjuangan papua sudah menjadi perjuangan internasional.

“Jadi orang papua jangan diam. Perjuangan kami sudah menjadi perjuangan internasional. Perjuangan yang bermartabat, perjuangan yang junjung tinggi nilai demokrasi internasional,” kata Kossay.

Ia menambahkan, ada lima poin yang menjadi hasil deklarasi bersejarah dalam perjuangan Papua Barat yang digelar di Inggris.

“Kami umumkan di muka publik saat ini, agar semua rakyat Papua tahu bahwa Papua merdeka bukan hanya milik KNPB, bukan milik ULMWP, melainkan milik semua rakyat bangsa papua. Perjuangan Papua jangan ditutup-tutupi lagi. Dan hasil deklarasi IPWP di Ingirs menjadi bukti bahwa yang minta merdeka bukan segelintir orang saja,” tegasnya.

Berikut hasil hasil pertemuan IPWP dan point-point yang dideklarasikan di London.

Westminter  Declaration for Internasioanl Supervised Vote For West Papua:

Dalam pertemuan yang dihadiri oleh Perdana Menteri Tonga, Samuela ‘Akilisi Pohiva; Menteri Luar Negeri Vanuatu, Bruno Leingkone; Utusan Khusus (Special Envoy) Solomon Islands untuk West Papua di MSG, Rex Horoi; Menteri Pertanahan Vanuatu, Ralph Regenvanu; Gubernur Provinsi Oro, PNG, Gary Jufa; Tuan Harries dari Pentregarth, Kerajaan Inggris, house of lords, RT. Hon Jeremy Corbyn MP, pemimpin oposisi Inggris yang juga pemimpin Partai Buruh di Inggris; Benny Wenda, juru bicara internasional dari United Liberation Movement for West Papua (ULWMP), Octovianus Mote, Sekjen ULMWP, dan beberapa lainnya Parlemen Inggris telah menghasilkan sebuah deklarasi.

Dan berikut adalah bunyi dan isi deklarasinya.

Kami yang bertanda tangan di bawa ini, anggota Parlemen, yang tergabung dalam Anggota Parlemen Internasional Untuk Papua Barat:

  1. Menyatakan bahwa pelanggaran HAM yang sedang berlangsung di West Papua tidak bisa diterima.
  2. Peringatkan bahwa tanpa aksi internasional Orang West Papua sedang menuju pada resiko kepunahan.
  3. Menyatakan kembali hak orang asli West Papua untuk mendentukan nasibnya sendiri.
  4. Mendeklarasikan Aksi Pemilihan bebas (act of free choice) tahun 1969 sebagai tindakan kotor yang melanggar prinsip” act of free choice.
  5. Memanggil sebuah pengawasan internasional terhadap suara West Papua untuk menentukan nasib sendirisesuai dengan resolusi Majelis Umum PBB 1514 dan 1541 (XV).

Ibadah syukuran dihadiri oleh ribuan rakyat Papua Barat yang terdiri dari rakyat sipil, GempaR, Mahasiswa, pemuda dan pengurus KNPB serta PNWP dari seluruh tanah Papua.

Editor: Arnold Belau

HARUN RUMBARAR