Seminar Sehari FMJ-PTP Tentang Pemimpin Idel di Jayawijaya Banyak Tuai Dukungan

0
1041
Spanduk seminar sehari FMJ-PTP terkait pemimpin ideal Jayawijaya, Papua. (Elisa Sekenyap - SP)
Spanduk seminar sehari FMJ-PTP terkait pemimpin ideal Jayawijaya, Papua. (Elisa Sekenyap – SP)

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Seminar sehari tentang Pemimpin Masa Lalu, Kini dan Mendatang yang digelar Forum Masyarakat Jayawijaya se-Pegunungan Tengah Papua (FMJ-PTP) untuk melihat pemimpin ideal Jayawijaya yang takut akan Tuhan, merakyat, bermartabat, berbudaya dan berkarakteristik orang Baliem mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak di Jayawijaya dan Papua.

Pater John Jonga, aktivis kemanusiaan Papua peraih Yap Thiam Hien Award 2009 mengapresiasi kerja-kerja FMJ-PTP yang membawa aspirasi masyarakat yang selama ini sudah banyak hal yang dikawal, seprti kelanggaa BBM serta Sembako dan renana pembangunan Mako Brimob di Wamena.

“Daerah Balim kalian punya dan kalian sendiri yang bisa bangun. Orang lain datang tidak mungkin bisa bangun dan juga gubernur dan presiden, karena mereka tidak bisa langsung ke masyarakat paling bawah, sehingga kesempatan ini paling baik untuk kalian,” kata Pater John ketika menghadiri seminar sehari yang diselenggarakan FMJ-PTP, Jumat (13/5/2016).

Ia juga menambahkan bahwa dirinya sebagai pemerhati soal kemanusiaan sangat mendukung apa yang dilakukan forum. Sekaligus, ia mengapresiasi Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo yang mengikuti seminar tersebut hingga berakhir.

Petrus Hubi, salah satu tokoh di Jayawijaya mengatakan hal serupa, bahwa selama ini ruang demokrasi ditutup rapat-rapat, sehingga masyarakat Jayawijaya tidak bisa bicara mengenai pembangunan walaupun Negara ini adalah Negara demokrasi.

Tetapi, katanya, ia bersyukur karena adanya forum sehingga seluruh masyarakat di Jayawijaya bisa bicara secara terbuka dan kebijakan yang dikawal forum sudah banyak berdampak baik.

“Termsuk hari ini kita duduk bicara mengenai pemimpin Jayawijaya yang baik. Saya akan ajak teman-teman ketua Parpol di Jayawijaya untuk dukung apa yang sudah dilakukan forum dan mengambil sikap demi Jayawijaya kedepan,” tukas Petrus Hubi yang adalah Ketua Partai PDIP Kabupaten Jayawijaya.

Selain itu, Lince Kogoya, salah satu tokoh perempuan di Jayawijaya mengatakan, dirinya sebagai seorang mama tidak mau melahirkan anak laki-laki yang kedua kali, tetapi yang sudah dilahirkan sebagai anak Balim dan Pegunungan sudah cukup untuk merubah daerah ini.

“Kalian yang ada ini cukup, kalian Nyaiwerek (Tuan tanah) di tempat ini, sehingga kalian maju demi daerah ini yang lebh baik. Dan ambil contoh pemimpin seperti Musa dan Yosua serta Yesus yang adalah pemimpin kita yang hidup,” kata Kogoya memberikan dukungan terhadap forum.

Ia juga menambahkan, apa yang sudah dilakukan oleh Bupati Jayawijaya, Wempi Wetipo, untuk dilanjutkan oleh generasi yang ada demi membangun daerah ini dari diskriminasi sebagai seorang perempuan dan orang Wamena.

Dukungan juga disampaikan Yoman, salah satu pemuda Lannya Jaya yang hadir dalam seminar itu. Ia menyatakan, dirinya berharap apa yang dilakukan rekan-rekan forum bisa ditularkan kepada rekan-rekan di kabupaten lain di pegunungan tengah, sehingga pembangunan yang diharapkan masyarakat bisa berjalan dengan baik.

Dukungan juga datang dari mahasiswa Jayawijaya dan Pegunungan Tengah Papua yang berstudy di kota study se-Jawa Bali, seperti yang diungkapkan Markus Yogot Medlama. Kata Markus, apa yang dilakukan rekan-rekan forum sangat positif dan outputnya jelas menguntungkan masyarakat Jayawijaya.

“Hanya memberi saran supaya berikan kesempatan dari setiap perwakilan mahasiswa maupun LSM, tetapi kami mahasiswam Jayawijaya se-Jawa Bali sangat mendukung gagasan forum,” pungkas Marten.

Editor: Arnold Belau

Pewarta: Elisa Sekenyap