Peran Orang Tua Penting Mendorong Anak Bersekolah

0
1327

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Yayasan Teratai Hati Papua (YTHP), Wahana Visi Indonesia (WVI) cluster Jayawijaya, guru yang bertugas di pelosok Pegunungan Tengah Papua serta beberapa staf ahli sejumlah kementerian gelar diskusi pentingnya pendidikan dasar yang perlu disadari oleh orang tua bagi setiap anak. Karena dengan pondasi pendidikan yang baik bagi setiap anak, akan menjadikannya lebih baik kedepan.

Dalam diskusi yang digelar, Sabtu (14/5/2016) di Rumah Bina Wamena itu juga membicarakan mengenai pendidikan berbasis kearifan lokal “Pakima Hani Hano” terkait berbagai persoalan pendidikan di beberapa kabupaten di pegunungan tengah.

Frida Siregar, dari WVI cluster Jayawijaya mengakui, di Wilayah Pegunungan Tengah Papua ada banyak persoalan sehingga anak-anak belum bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan terukur.

“Persoalan seperti ini tidak adanya pendistribusian guru, masih sering terjadi kekerasan terhadap anak yang hendak bersekolah dan kurangnya kesadaran pada orang tenteng pentingnya anak mendapatkan pendidikan,” tutur Frida Siregar.

Serupa dikatakan, Pater Jhon Djonga. Katanya, bahwa orang tua dan gereja serta masyarakat mesti bersama berfikir tentang bagaimana mengembangkan pendidikan yang baik kepada anak-anak, termasuk  dengan buku kearifan lokal “Pakima Hani Hano” yang sudah ada.

Kata Pater, ini kondisi ril yang ada di wilayah pegunungan, sehingga sangat perlu untuk diterapkan dan diperkenalkan kepada anak-anak secara berkelanjutan.

“Tidak hanya guru, peran orang tua dan masyarakat apalagi pemerintah sangat penting guna terus membangkitkan pendidikan di pegunungan ,” tukas Pater John sebagai tokoh agama di wilayah ini.

Wahyu, salah satu pengajar sukarela di salah satu SD di distrik Poga, Kabupaten Lanny Jaya mengakuinya. Katanyta, memang masih banyak orang tua yang sadar untuk mendorong anaknya ke sekolah.

“Mereka lebih senang anaknya kerja di kebun dari pada sekolah. Jadi dorangan dan peran orang tua sangat penting,” pungkasnya.

 

 

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

Editor: Arnold Belau