Tidak Mau Tempat Keramat Diganggu, Umat Bangun Gereja di Tempat Keramat  

0
1037

BOMOMANI, SUARAPAPUA— Lima Gereja Pribumi yang dibangun dalam Paroki  Maria Menerima Kabar Gembira Bomomani dengan tujuannya untuk melindungi wilayah keramat, karena semua gereja pribumi yang dibangun di wilayah keramat.

Menurut kepala distrik Bomomani, Bonavasius Dogomo, melindungi wilayah-wilayah keramat penting agar  tidak ada orang yang masuk sembarangan untuk merusak.

“Kali ini kami meresmikan empat gereja pribumi  yaitu; gereja Yohanes Pemandi, gereja Tugoukunu Wokobee, gereja Maria Madalena, Pegouyago,  gereja St. Fransiskus Tuwani, gereja St. Petrus, Emayeda dan gereja St. Yosep, Apei yang telah diresmikan tanggal 28 Desember 2015. Kami bangun semua gereja di wilayah keramat, kami tidak mau siapapun merusak wilayah keramat ini,” ungkap Yohanes Butu, Ketua Dewan Paroki Maria Menerima Kabar Gembira Bomomani akhir bulan Mei lalu di Bomomani.

Willem Tigi, ketua Panitia Kring Yohanes Pembabtis Tugowokunu kepada mengatakan, umat berharap agar tempat-tempat keramat harus dilindungi.

“Sehingga sebelu membangun, kami lakukan banyak pertemuan dengan umat agar ke depan tidak ada masalah,” takas Iyai.

Hal senada disampaikan Anakletus Tekege, Ketua Kring Pegouyago, kata dia, umat membangun gereja Pribumi dijadikan tempat untuk renungan secara individu maupun kelompok, karena diwilayah keramat ini kami ingin agar roh leluhur hadir bersama umat. Sehingga bisa menjadikan tempat untuk pembelajaran religius bagi anak-anak sekolah.

Selain itu, Amandus Iyai, ketua kring  St. fransiskus  mengatakan, anak-anak sekolah menjadi pintar dan cerdas melalui gereja ini.

“Kami berharap supaya mereka dapat kembali ke gereja ini untuk memimpin gereja yang sudah ada ini,” katanya.

 

Pewarta: Agustinus Dogomo

Editor: Arnold Belau