Massa Aksi di Perumnas III Tak Diizinkan ke Abe, Demonstrasi Damai Berlangsung Meriah Ditempat

1
5359

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Aparat tetap bersi keras menghadang masa aksi demo damai KNPB dan seluruh rakyat Papua yang ada di Perumnas III agar tidak bergabung dengan masa aksi lainnya yang ada di Expo, Taman Imbi dan Lingkaran – Abepura, sehingga demo damai digelar di tempat. 

Demonstrasi damai di Perumnas III Waena dipimpin Agus Kossay, ketua I KNPB Pusat. Kossay mengatakan, setiap organ yang tergabung dalam tiga wadah besar organ representatif pergerakan perjuangan rakyat papua (WPNA, WPNCL dan IPWP), dipersilakan maju tuk menyampaikan orasi.

Dalam setiap orasi yang disampaikan, semua mengatakan mendukung penuh ULMWP masuk sebagai anggota penuh di MSG dan menolak kelompok HAM buatan Jakarta yang dipimpin Luhut Panjaitan, serta meminta tim PIF untuk ke Papua.

Baca Juga:  Memorialisasi Perjuangan HAM Melawan Lupa Melalui Film Yang Tak Pernah Hilang

“Kami kutuk dan sangat menolak kelompok Luhut seperti Marinus Yaung, Matius murib dan kawan-kawannya. Mereka tidak punya kapasitas dan kepercayaan langsung dari rakyat papua. Kami hanya minta tim pencari fakta dari pasifik island. Yang lain tidak,” kata Sonny Dogopia, dalam orasinya mewakili AMP.

Dihadapan ribuan massa aksi, Agus katakan sangat senang dengan sikap aparat yang menghadang masanya, karena menurutny, aparat semakin mempercepat referendum diatas tanah papua.

ads
Baca Juga:  AMAN Latih Tata Kelola Manajemen Bagi Pengurus Daerah di PBD

“Kita jangan marah sama aparat karena mereka hadang kita ke Abe, karena sikap mereka yang tidak manusiawi ini, referendum itu akan segera digelar. Mereka-mereka (aparat) ini akan pulang ke kampung mereka,” katanya.

Kata Agus lagi, kemerdekaan bangsa Papua ada dipundak generasi muda. Untuk itu, persatuan dan kesatuan harus dijaga terus.

“Indonesia merdeka karna perjuangan anak-anak muda, maka kemerdekaan Papua juga harus dari anak-anak muda Papua,” ucap dia.

Sementara itu, bapak bangsa papua, Filep Karma mengatakan perjuangan bangsa Papua bukan soal makan dan minum melainkan soal sejarah.

Baca Juga:  MRP-PBD: Pemkab Sorong Wajib Melindungi Masyarakat Adat Moi

“Boleh yang lain kita karang dengan akal dan pikiran tapi kalau sejarah tidak bisa. Jadi saya mau bilang perjuangan kita adalah murni perjuangan tuk merdeka. Tuk pisah dari negara kolonial. Bukan minta harga makanan dan minuman,” tegasnya.

Sementara itu, seperti dilansir media ini sebelumnya, Polresta Jayapura Kota turunkan aparat gabungan TNI dan Polri sejumal 781 personil untuk mengamankan demonstrasi damai ini.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnya31 Mahasiswa Papua Ditahan di Polres Malang
Artikel berikutnyaPolda Papua Larang Rakyat Papua ke Kantor DPRP, Ketua DPRP Marah Besar