BeritaGol Manewar Dipuji, Persipura Disanjung

Gol Manewar Dipuji, Persipura Disanjung

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Gol Marianus Manewar ke gawang Bhayangkara Surabaya United (BSU) dalam laga lanjutan Torabika Soccer Championship (ICS) A 2016, Jumat (5/8/2016) petang, disambut sorak-sorai para penggemar Persipura Jayapura. Tak terkecuali dua pengamat sepak bola dari Papua, Daniel Womsiwor dan Nico Dimo.

Nico menilai penampilan individu Manewar cukup baik, apalagi di laga ini berhasil mencatatkan nama pemain didikan Persimi Sarmi dan Reliv Christa Holandia Papua sebagai pencetak gol pertama di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur.

“Selamat buat Manewar, dia telah membuktikan bahwa sudah sepantasnya bermain di tim Persipura senior,” kata Nico saat dihubungi suarapapua.com, Jumat malam.

Nico mengaku puas melihat penampilan apik Boaz Theofilus Erwin Solossa dan kawan-kawannya kala membenamkan ambisi tim BSU.

Pelatih anyar Angel Alfredo Vera dinilai tepat memasukkan Marianus Manewar di starting eleven.

Manewar mencetak gol pembuka Persipura pada menit 52 setelah memanfaatkan umpan silang dari Boaz. Manewar sukses melepaskan bola di pojok atas gawang BSU.

Baca Juga:  Dukung Kanaky Bebas Dari Prancis, KNPB Gelar Aksi di Jayapura

“Saya kira, Manewar memang hadir di waktu yang tepat. Oh iya, saran dan kritik saya tempo hari, akhirnya membuat tim Persipura semakin solid,” ujar Nico Dimo, mantan penjaga gawang Persipura era 70-an.

Rasa bangga sama diungkapkan Daniel Womsiwor, pengamat sepakbola dari Universitas Cenderawasih yang juga sempat melatih Marianus Manewar saat berkostum Persimi dan Reliv Christa Holandia Papua.

“Saya menyampaikan selamat dan rasa bangga atas golnya Manewar di awal babak kedua yang ternyata menjadi awal kemenangan Persipura atas tim tuan rumah,” kata Daniel.

Ia dinilai sukses mengikuti jejak Lukas Mandowen yang kariernya berawal dari Persimi Sarmi.

Saat melatih fisiknya, kata Daniel, Manewar tergolong pada level fisik yang sangat baik. Bahkan saat bersama tim Reliv Christa Holandia Papua main ke Belanda, Manewar dijuluki sebagai Drogba-nya Papua untuk beberapa tahun mendatang. “Ya, sekarang sudah terbukti di Persipura,” pujinya.

Baca Juga:  Liga 3 Nasional: 16 Tim Lolos, Termasuk Dua Wakil Papua

Selebrasi Manewar usai mengoyak jala BSU yang dikawal Wahyu Tri Nugroho berbuah kartu kuning kedua setelah sebelumnya kartu kuning pertama diberikan wasit Alqatiri pada menit 38, hingga pemain muda ini diganjar kartu merah.

Meski tim tuan rumah unggul jumlah pemain, Persipura bermain baik bahkan Boaz sumbang satu gol kemenangan di injury time. Gol balasan BSU dicetak Thiago Furtuoso pada menit 90.

Semangat pantang menyerah Boaz Dkk selama 90 menit di lapangan hijau dijempoli coach Angel Alfredo Vera.

“Pemain kami sangat luar biasa pada pertandingan tadi. Hasil itu adalah jerih payah dan kerja keras mereka,” ucap pelatih berkebangsaan Argentina ini.

Baca Juga:  Universitas Queen Mary London Menjadi Tuan Rumah Pengadilan Kekerasan Negara di Papua

Alfredo mengatakan, meski hanya 10 pemain setelah Manewar “diusir” akibat akumulasi kartu kuning, tim asal Jayapura ini meraih kemenangan.

“Saya baru datang dan saya minta mereka bermain seperti apa yang biasa mereka mainkan. Saya arahkan style atau gaya bermain dan saya berikan motivasi kepada mereka, selebihnya adalah kerja keras mereka,” ungkapnya.

Alfredo juga mengaku hasil di laga ini berkat kesolidan skuatnya. “Pemain kami luar biasa semangatnya, saya salut dengan gaya permainan yang pantang menyerah hingga menang 2-1,” kata mantan pelatih Persegres Gresik United ini.

Persipura setelah meraih kemenangan ini naik ke peringkat lima dengan poin 22 dari 14 pertandingan. Sementara, BSU tertahan di peringkat tiga dengan poin 26.

Pewarta: Lincold Alvi

Editor: Mary Monireng

Terkini

Populer Minggu Ini:

Koalisi LSM dan Masyarakat Sipil di Fiji Gelar Aksi untuk Pembebasan...

0
Mereka mengatakan bahwa tujuan pawai ini adalah untuk membebaskan Kanaky dan Papua Barat dari perbudakan, genosida, gencatan senjata dan menuntut Pemerintah Prancis dan Indonesia untuk mendekolonisasi kedua wilayah tersebut.

Fortnightly updates in English about Papua and West Papua from the editors and friends of the banned 'Suara Papua' newspaper.