Pemuda Kingmi di Yahukimo Berkomitmen Menghadapi Tantangan Global

0
4516

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang diadakan Komisi Pelayanan Pemuda Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua Jemaat Imanuel Dekai, Klasis Suru-Suru, Yahukimo, Papua, selama dua hari (5-6/8/2016), bertujuan untuk membentuk karakter dan integritas kaum muda agar mampu menangkal berbagai tantangan di era modern dewasa ini.

Melkius Kuan, ketua panitia, dalam siaran pers yang diterima suarapapua.com, Minggu (7/8/2016) malam, menjelaskan, dua kegiatan tersebut diadakan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Jemaat Imanuel Dekai bertempat di gereja yang terletak di Jalan Logpond dengan mengusung tema “Memuliakan Tuhan dengan tubuhmu” (Mazmur 135:3), dan sub tema “Pemuda-pemudi Imanuel bangkit, maju dalam iman dan pelayanan serta siap menjadi pemimpin yang berintegritas menghadapi era globalisasi”.

Ev. Abraham Hugi, S.Th, pelayan Firman Tuhan, dalam kotbahnya mengatakan, kegiatan ini penting sebagai bagian dari mendidik pemuda Kingmi yang takut akan Tuhan baik dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga, gereja, bangsa dan secara khusus di kabupaten Yahukimo.

Sesuai tema utama, ia mengajak jemaat untuk terus memuliakan Tuhan sebab Tuhan itu sungguh baik bagi semua ciptaanNya, sehingga hal penting adalah mengutamakan pelayanan kepada sesama manusia.

“Pemuda Kingmi di Yahukimo harus bangkit dan maju dalam pelayanan, menjadi pemimpin yang berintegritas menghadapi tantangan modernisasi,” ujarnya.

Hugi juga mengingatkan, “Gunakan tubuh dengan baik karena tubuh adalah bait Allah. Para pemuda harus jaga tubuh. Juga, teruslah memuji dan memuliakan Tuhan karena Tuhan itu baik, Tuhan itu indah, tubuh adalah karya Allah.”

Pdt. Geradus Heluka, S.Th menyatakan, setelah Yubileum 50 Tahun, pihaknya berkomitmen melanjutkan tongkat estafet Gereja Kingmi Papua hingga 50 tahun mendatang.

“Kita tetap pegang sampai kita rayakan Yubileum lagi. Hal penting hari ini yaitu integritas gereja akan tetap kami jaga, terutama adalah pemuda,” kata Heluka.

Heluka menambahkan, “Gereja selalu mendukung pemuda gereja sebagai tulang punggung gereja. Kami sangat mengapresiasi badan pengurus yang telah menyelenggarakan kegiatan HUT Pemuda Kingmi.”

Melkianus Wetipo, ketua Pemuda Jemaat Imanuel Dekai, mengemukakan, para pemuda sejak kecil dididik untuk mengambil peran penting di gereja dan bersama orang tua melakukan berbagai kegiatan kerohanian.

Selain seminar yang diadakan pada hari pertama dengan dua pemateri tentang kesehatan dan kepemimpinan, kata Wetipo, di hari kedua adalah KKR sekaligus puncak perayaannya.

“Setelah bentuk panitia HUT Pemuda yang ketiga, kami adakan kerja fisik dan non fisik untuk sukseskan kegiatan seminar dan KKR serta barapen untuk dinikmati bersama,” imbuh Melkius Kuan.

Pewarta: Mary Monireng