Masyarakat Ancam Palang Semua Kantor SKPD di Dogiyai

0
1278

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Masyarakat kabupaten Dogiyai Papua yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Peduli Budaya Mee (SRPBM) mendesak DPRD Dogiyai dan bupati kabupaten Dogiyai untuk segera gelar dialog tentang kasus miras ilegal yang telah merenggut nyawa 8 pemuda Dogiyai.

Tak hanya itu, mereka juga meminta agar pemkab Dogiyai dan DPRD Dogiyai segera tindak tindaklanjuti Pakta Intgritas tentang Miras yang sudah dikeluarkan oleh gubernur provinsi Papua serta menertibkan peredaran minuman keras secara bebas yang terjadi di Dogiyai dengan membuat Perda.

“Kami tuntut agar dalam minggu ini bupati dan DPRD Dogiyai gelar dialog dengan kami masyarakat Dogiyai. Kalau tidak, kami akan palang kantor DPRD, bupati, semua kantor SKPD dan juga kami akan mogok untuk tidak ikut upacara pada 17 Agustus nanti,” tegas Benediktus Goo kepada suarapapua.com, Senin (8/8/2016) di Dogiyai, Papua.

Goo juga mengatakan, jika pejabat Dogiyai tidak mengundang SRPBM untuk membicarakan dan mencarikan solusi atas masalah ini, pihaknya akan melakukan apa pun yang bisa dilakukan.

“Kami sudah menjadi korban dari Miras ini. Sudah cukup banyak yang meninggal akibat miras. Kami minta supaya pemda segera tangani. Supaya tidak boleh lagi ada korban,” tegasnya.

Ia menjelaskan, karena sudah dekat 17-an, maka Pemkab Dogiyai untuk semua SKPD mulai terlihat memasang umbul-umbul dan bendera. Tetapi sesungguhnya pemkab ini tidak peduli dengan kematian pemuda minuman oplosan.

“Ini sangat kami sesalkan,” ujar Goo.

Sementara, Diakon Alex Pigai, Pr menambahkan, masyarakat mengadakan demo damai untuk masa depan bukan. Bukan untuk saat ini saja.

“Demo damai ini jelas, mendesak pemerintah Kabupaten Dogiyai, untuk menindaklanjuti Perda tentang Miras yang ditetapkan Lukas Enembe, Gubernur Papua. Kabupaten Dogiyai hadir untuk menyelamatkan manusia dan alamnya, bukan untuk membunuh atau memusnahkan manusia dan alamnya,” kata Pigai.

Dari pantauan media ini di lapangan, massa yang tergabug dalam SPRBM melakukan demo ke kantor DPRD Dogiyai. Massa lalu diterima oleh Elias Anouw, didamping tiga Anggota DPRD antara lain Apel Boma, Yani Bobii, dan Marselino Tekege.

Pada kesempatan itu, Elias Anouw mengatakan, pada hari Rabu pekan kemarin pihaknya telah sepakat bahwa sebenarnya dialog itu direncanakan untuk digelar pada Senin kemarin, namun karena ada persoalan lain yang mengganjal, sehingga tidak dilakukan.

“Hari ini harusnya kami melakukan dialog dengan DRPD, setiap SKPD dan SPRBM guna menemukan solusi atas berlaku berjualan minuman oplosan. Namun tidak terjadi, karena ada pemakaman almarhum Andi Auwe, Kabag Umum di Sekwan Dogiyai meninggal pada Minggu kemarin,” jelas Anouw.

Anouw berjanji akan berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait. Sehingga masalah tersebut tidak berlarut-larut.

“Tunggu kabar dari pihak Eksekutif dan Legislatif dalam minggu ini. Kami akan undang supaya kami lakukan dialog tentang Miras di Dogiyai,” katanya.

Pewarta: Agustinus Dogomo

Editor: Arnold Belau