Kompekstram: Pemkab Maybrat Stop Perluas Lahan Padi di Aifat Timur

0
2777

JAYAPURA, SUARAPAPUA.Com — Koalisi Mahasiswa, Pemuda dan Pelajar kabupaten Maybrat  (KOMPEKSTRAM) menolak program pemerintah kabuaten Maybrat, Papua Barat untuk membangun lahan padi di Aifat Timur. Selain itu, Kompekstram juga menolak peluasan lahan padi yang saat ini sedang dilakukan. 

“kami (mahasiswa Maybrat) tolak Program yang direncanakan langsung dari dinas pertanian Kabupaten Maybrat untuk membangun lahan garap sawah dari pihak TNI,” katanya.

Karena, lanjut dia, dari letak Geografis kab. maybrat khususnya di Aifat Timur tengah kampung Aisawiat merupakan tempat yang tak cocok untuk membuka dan menanamkan lahan sawah dan menanam padi” kata Mario Yumte kordinator kepada media ini di Jayapura, pada akhir pekan kemarin.

Baca Juga:  Demi Generasi Bangsa, Kabulkanlah Suara Masyarakat Adat Awyu dan Moi!

Menurutnya, sudah cukup dengan lahan sawa yang sudah ada di kabupaten Maybrat. Ia meminta agar pemerintah tidak tambah tambah lahan-lahan yang tidak menguntungkan orang asli Maybrat.

“Proyek ini hanya dilakukan untuk kepentingan kelompok tertentu dan kami melihat TNI dan Polri, bukan dari orang yang jelas artinya orang yang punya perusahaan, maka ini yang jelas akan menguntungkan orang lain,” jelasnya

ads
Baca Juga:  Satu Anggota TNI AL Diduga Tembak Diri di Markas Lantamal XIV Sorong

Dikatakan, proyek yang telah broperasi 1 minggu dengan luas lahan sawah 20 hektar.   Terus  padi tersebut digarap oleh TNI sampai siap digunakan dan akan diserahkan kepada masyarakat untuk menanam, namun  itu hanya pengalihan isu dan pembohongan publik.

Katanya, semua rencana yang dilakukan pemkab Maybrat tidak menguntungkan masyarakat.

“Jadi kami mahasiswa sebagai agen perubahan dan kami yang berasal dari Maybrat meminta untuk tidak membangun lahan sawa padi tersebut. Biarkan lahan nenek moyang kami tetap ada seperti yang ada,” tegas Yumte.

Baca Juga:  Kata Para Tokoh dan Aktivis Terkait Gerakan “All Eyes on Papua”

Pewarta: Ardi Bayage

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaMelindo: Politik Melanesiasi Diri dan Diplomasi Indonesia
Artikel berikutnyaHari Ini BEM Uncen dan AMPTPI DPW Indonesia Timur Gelar Konser