Andreas Gobay: Potensi Alam Mesti Dikelola dengan Baik Untuk Perekonomian Rakyat

0
1239

DOGIYAI, SUARAPAPUA.com — Andreas Gobay, kepala dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Perindagkop) Kabupaten Dogiyai, mengatakan, banyak potensi alam yang Tuhan berikan kepada orang Dogiyai yang perlu dikelola dan dikembangkan dengan baik untuk menunjang ekonomi rakyat di Dogiyai, Papua.

Hal itu disampaikan Gobay di aula Pemkab Dogiyai pada Rabu (7/9/2016) saat menggelar kegiatan Pembinaan UKM Rumah Tangga, UKM Kecil dan UKM Menengah untuk menunjang ekonomi masyarakat di kabupaten Dogiyai.

Kata Andy, banyak komoditas yang bisa dijadikan produk unggulan di Kabupaten Dogiyai. Bukan hanya kopi, tetapi buah merah, umbi-umbian, sayur-sayuran, bawang merah dan putih, kacang, jahe dan noken anggrek.

“Semua itu potensi alam  yang luar biasa. Semua sudah disediakan Tuhan lewat alam di surga mini (Dogiyai, Papua) ini. Itu menjadi keunggulan kita di daerah ini,” jelas Gobay.

Diakui, sepuluh distrik yang ada di Kabupaten Dogiyai masing-masing mempunyai keunggulan potensi alam. Kata dia, pihaknya saat ini memprioritaskan kopi.

“Kami prioritaskan kopi. Sehingga saat mengundang menteri perdagangan Indonesia dan perwakilan  Bank Mandiri melihat lebih dekat produksi kopi, kami launching di sini. Tetapi tindaklanjutnya tahun 2017,” tuturnya.

Lanjut Gobay, “Saya sudah langsung menghadap direktur bank Mandiri, dan sudah lumayan. Ada dua petani dari Mapia dan Kamu sudah dilatih menjadi petani model. Mereka berdua akan menjadi petani model di Kabupaten Dogiyai.”

Sementara, Renonge Wai perwakilan dari Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua cabang Dogiyai, mengatakan, bicara mengenai UKM ada kaitan dengan bank.

Renonge mengatakan, tidak semua yang punya UKM ada dana, jika kita punya bahan baku, tetapi tidak ada dana pasti ada kesulitan. Di sini peranan bank untuk memajukan UKM sangat besar.

“Bank Papua cabang Dogiyai sediakan kredit, tetapi banyak UKM di Kabupaten Dogiyai tidak berani mengambil kredit. Sebenarnya, beberapa program kredit bisa dipakai. Jangan takut dengan besarnya bunga,” ungkapnya.

Dijelaskan, Bank Papua cabang Dogiyai sementara belum bisa memberikan kredit untuk penanaman kopi. Kalau urusan kopi harus ke Kantor Pusat. Karena kita sementara masih cabang dan diberikan beberapa program yang bisa dijalankan.

Kata Wai, ini bukan untuk mempersulit, tetapi memang sudah sesuai prosedur. Usaha-usaha mikro, boleh kredit tanpa jaminan, kredit perkelompok, tetapi pencairannya pertahap. Bank melihat bapak dan ibu punya usaha berjalan, agunan tahap pertama bagus, maka bank akan melakukan pencairan tahap kedua dan selanjutnya.

“Kami berharap agar Bank sediakan kredit. Beberapa program, sehingga bapak dan ibu yang mempunyai usaha menghubungi bank. Kami siapa membantu bila sesuai dengan program kredit yang ada,” kata Wai menjelaskan.

Pewarta: Agustinus Dogomo

Editor: Arnold Belau