Jelang Laga Kedua Perdelapan Final, Tim PON Papua Berbenah

0
1602

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Lemahnya koordinasi antarlini tengah dan penyelesaian akhir tim sepakbola Papua saat ditahan imbang tim Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa (20/9/2016) malam, menjadi fokus perhatian Chris Leo Yarangga bersama asisten pelatih jelang laga kedua babak perdelapan final Grup E Pekan Olahraga Nasional XIX/2016 Jawa Barat.

Pada pertandingan yang berlangsung di stadion Patriot Chandrabaga, Kota Bekasi, Jawa Barat, Yarangga mencatat beberapa titik kelemahan yang akan segera dibenahi. Misalnya, koordinasi pemain gelandang dan penyerang, penguasaan bola dan penyelesaian akhir ke gawang lawan.

Alhasil, laga pembuka berkesudahan dengan skor 1-1. Papua unggul lebih dulu melalui striker Janet Kamare di menit 10. Yogi Novrian pada menit ke-59 membuyarkan impian anak-anak Papua menang, dengan menjaringkan ‘si kulit bundar’ ke gawang yang dikawal Hendra Molle.

Pemain Papua sebenarnya punya peluang menang jika Yudi N Mambrasar yang berdiri di depan gawang Sumsel pada menit 83, mencetak gol. Sayangnya, tendangan pemain mungil ini membentur tiang gawang. Pun dengan sepakan Fredy Jefferson Isir memanfaatkan bola muntah, gagal memperdaya kiper Teja Paku Alam.

Pertandingan ini berlangsung menarik. Selain karena kedua tim sama-sama tampil ngotot dan bermain dalam tempo tinggi, juga menjadi ajang jumpa dua pelatih beda kelas. Antara Chris Leo Yarangga dan Rudy William Keeltjes yang datang bersama tim Sumsel.

Hal menarik lain, Sumsel memboyong tiga pemain profesional: Yogi Novrian, Teja Paku Alam dan Zalnando. Dari Papua, hanya Muhammad Taher dan Osvaldo Ardiles Haay. Dua pemain profesional dari Persipura senior.

Baca juga: Tim Papua Juara Grup C, Babak 8 Besar Cukup Berat

Hasil imbang menjadi pemicu bagi Papua di partai berikut menghadapi tim Jawa Tengah, Kamis (22/9/2016) besok di stadion Patriot. Target menang wajib bagi Marco Merauje Dkk di laga yang dimulai pada Pukul 19.00 WIB. Jawa Tengah termasuk tim kuat. Dari tiga laga penyisihan, tim besutan Anjar Jambore menempati posisi runner-up dengan raihan nilai 4, hasil sekali kalah dari Jabar (1-2), menang 1-0 atas DKI Jakarta dan imbang 0-0 dengan Bali.

Di Grup E, pertandingan sore hari, Sumsel akan meladeni Kalimantan Selatan. Pada hari yang sama, empat tim di Grup D: Jawa Barat, Bangka Belitung, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan, akan bertanding di stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi.

Menyisakan dua partai pada babak perdelapan final, coach Yarangga memerintahkan para penggawanya tampil habis-habisan. Ini lantaran laga kemarin baginya mengecewakan, karena hanya raih satu poin.

Sementara itu, Lukas Enembe, Gubernur Provinsi Papua, mengimbau kepada semua warga Papua mendukung tim sepakbola PON Papua yang sedang berlaga di Jawa Barat.

Terutama setelah melaju ke babak 8 Besar, Enembe menyebut perlu dukungan agar tim lolos ke grand final sekaligus mencapai target juara. Medali emas dari cabang olahraga bergengsi ini, kata Gubernur seperti diwartakan kantor berita Antara, sesuatu yang pantas diraih.

Untuk itu, diharapkan dukungan dalam bentuk doa dan motivasi kepada para pemain, tim pelatih dan official. Selain juga kepada cabor lainnya di event olahraga empat tahunan itu.

Sementara, matchday ketiga cabang olahraga sepakbola di babak 8 Besar akan dimainkan pada Sabtu (24/9/2016). Hasil dari ini, 4 tim lolos ke babak semifinal pada Senin (26/9/2016). Perebutan peringkat tiga pada Selasa (27/9/2016), dan pertandingan final di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, Rabu (28/9/2016) Pukul 19.00 WIB.

Tim sepakbola Papua lolos ke babak ini setelah pada fase penyisihan Grup E dua kali menang dan sekali seri. Menang 1-0 atas Kalimantan Timur, menang 2-1 atas Bangka Belitung, dan imbang 1-1 lawan Sumsel.

Baca juga: Dua Kali Menang, Sepakbola PON Papua Pimpin Grup C

Pewarta: Mary Monireng