Kementerian Perhubungan Kunjungi Yahukimo

0
3645
Rombongan Kemehub foto bersama bupati dan jajarannya di Yahukimo. (Oktopina Surabut - SP)
adv
loading...

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Menteri Perhubungan Republik Indonesia dan rombongan melakukan kunjungan kerja di Dekai dalam rangka melihat kondisi lapangan terbang Nop Goliat, Dekai, Yahukimo, Papua, Kamis (22/9/2016). 

Setelah melakukan pertemuan khusus Bupati Abock Busup dengan kementerian perhubungan, mengarah bahwa Yahukimo memiliki lapangan terbang alternatif untuk kawasan pegunungan tengah Papua untuk 10 kabupaten di pegunungan tengah ini menjadi potensi yang luar biasa.

Di Yahukimo menggunakan dua transportasi, yaitu jalur sungai dan udara. Dari sungai bisa dari Timika dan Agats ke pelabuhan Lokbon.

Baca Juga:  KPU Yahukimo Gelar Acara Pelepasan Logistik untuk Didistribusikan Ke 51 Distrik

“Jarak antara kota Dekai ke pelabuhan lokbon 18 Kilo menggunakan kendaraan, gunakan sungai Brasa dengan berat muatan 350 ton, maka bisa masukan 9 bahan pokok. Namun menjadi kelemahan adalah anggaran, sehingga berharap kepada bapak menteri perhubungan agar bisa membuka isolasi di sungai ini,” kata Abock.

Lanjut Abock, “Sebab kalau air banjir bisa sampai 10 meter, namun ketika kering hanya sampai 5 meter, sehingga menjadi kesulitan, dan ini adalah pokok utama yang perlu kementerian perhubungan perhatikan daerah kami.”

ads
Baca Juga:  Ini Alasan Lampu PLTD Lanny Jaya Tidak Menyala Selama Lima Bulan

Joko Harjani, kepala bandara Nop Goliat Dekai menambahkan bahwa pesawat untuk operasi di daerah perintis masih dipegang oleh Wamena, namun Yahukimo ada 7 route, sehingga di Yahukimo sudah tambah dan perpanjang lapangan 120 meter persegi.

“Untuk tahun depan tetap 7 route karena ada keterbatasan anggaran. Lapangan sudah selesai 1.950 meter, sehingga bisa masuk pesawa jenis ukuran besar,” katanya.

Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan RI, mengatakan, di Yahukimo akan ada pesawat chargo dari Timika ke Dekai dan ada chargo kapal dari Asmat dan Timika ke Dekai kabupaten Yahukimo.

Baca Juga:  Pemerintah Dituding Aktor Perampas Tanah Adat Papua

“Dekai salah satu potensial di kawasan pegunungan tengah, dan pemerintah pusat memang sudah melihat dari apa yang sudah dibangun, topografi sampai ke sungai, maka kalau sudah dibangun sampai 2.200 meter supaya semua pesawat point itu bisa masuk,” kata Sumadi.

“Kami mengusulkan kepada presiden RI, untuk meresmikan bandara Nop Goliat Dekai pada bulan Oktober 2016 mendatang,” imbuh Sumadi.

Pewarta: Otopina Surabut

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaPertunjukan Wansolwara Dance Movement Angkat Isu West Papua
Artikel berikutnyaMedia di Papua dan Indonesia Jangan Jadi Alat Penguasa