John Nakiaya Meninggal Dunia, Orang Kamoro Berduka

1
3226

TIMIKA, SUARAPAPUA.com — Lapisan masyarakat suku Kamoro di Kabupaten Mimika berduka atas meninggalnya John Nakiaya, tokoh lembaga adat setempat di kabupaten Mimika, Papua.

Ia dikabarkan meninggal dunia pada usia 63 tahun, setelah terhidap penyakit gula daráh (diabetes mellitus) yang dideritanya belakangan ini.

Menurut informasi pihak keluarga, almarhum sempat dirawat di rumah sakit Kota Timika, namun penyakit tersebut tak kunjung membaik. Beberapa pekan lalu, ia meminta untuk dirujuk ke rumah sakit di kota besar, yakni di Kota Surabaya.

Baca Juga:  Peringatan IWD Menjadi Alarm Pergerakan Perempuan Kawal Segala Bentuk Diskriminasi Gender

Ajal berkata lain, ia meninggal dunia di Rumah Sakit Katolik (RSK) Santo Vincentius A Paulo RKZ Surabaya pada tanggal 12 Oktober 2016 pukul 01.00 WIB.

Hingga kini, jasad almarhum disemayamkan di rumah duka di kota Timika, Papua. Pihak keluarga sedang bernegosiasi untuk dimakamkan pada beberapa hari mendatang.

ads

Seperti dilansir salampapua.com, ketua tiga bidang kemitraan Lemasko dan koordinator penjemputan jenazah, Marianus Maknaipeku saat jumpa pers di hotel Serayu, Timika, membenarkan adanya informasi meninggalnya John Nakiaya, bendahara Lemasko.

Baca Juga:  Sikap Mahasiswa Papua Terhadap Kasus Penyiksaan dan Berbagai Kasus Kekerasaan Aparat Keamanan

“Bapak John adalah seorang tokoh masyarakat suku Kamoro yang memiliki rasa nasionalisme yang kuat. Beliau sangat aktif di organisasi-organisasi Katolik, LSM dan juga terlibat dalam pemekaran Mimika Barat,” kata Marianus.

Alharhum John Nakiaya berjasa terhadap berdirinya Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK). Ia sempat memimpin lembaga ini sebagai Sekretaris Eksekutif LPMAK selama dua periode, 2002-2010.

Baca Juga:  Atasi Konflik Papua, JDP Desak Pemerintah Buka Ruang Dialog

Pewarta: Melanie Joung

Editor: Arnold Belau

Artikel sebelumnyaFoto: Rakyat Papua Desak Steven Itlay Dibebaskan
Artikel berikutnyaMengenang John Nakiaya: “Berhasil Kalau Orang lain Puas”