Dukung ULMWP di MSG, KNPB Galang 4 Ribu Tanda Tangan Petisi Rakyat Papua Barat

“Ancaman rakyat Papua hari ini tsunami manusia dari Asia. Ancaman rakyat Pasific hari ini perubahan iklim,”

47
Ribuan rakyat Papua saat menandatangani Petisi dukung untuk ULMWP di Jayapura. (Arnold Belau - SP)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Komite Nasional Papua Barat (KNPB) memfasilitasi Rakyat West Papua memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan United Liberation Movemen for West Papua (ULMWP) dengan tanda-tangan di atas kain putih sepanjang 30 meter.

“Kami perkirakan 4 ribu tanda tagan,” kata Meky Yeimo, aktivis KNPB Pusat kepada suarapapua.com di sela-sela memandu rakyat Papua memberikan tanda-tangan dukungan saat perayaan 1 Desember di halaman Asrama Putra Universitas Cenderawasih, Waena, Kota Jayapura, Papua, Kamis (1/12/2016).

Meky menjelaskan, pihak KNPB pusat juga telah memerintahkan ke pengurus 27 wilayah KNPB dan tiga konsulat KNPB di Indonesia (Manado, Tomohon, dan Makassar) untuk melakukan hal yang sama.

Kata dia, dukungannya tak hanya dengan tanda tangan, melainkan dengan aksi demonstrasi. Pihaknya akan mengelar demo damai menjelang pertemuan Melanesia Spearhead Group (MSG) untuk menentukan nasib ULMWP di MSG di Vanuatu dalam pertengahan bulan ini.

“Kami mendukung penuh perjuangan ULMWP menjadi anggota MSG melalui konfrensi tingkat tinggi di Vanuatu dalam bulan ini,” ungkap Yeimo.

Markus Haluk, anggota tim kerja ULMWP dalam negeri yang hadir dalam perayaan dan memimpin penandatanganan itu mengharapakan rakyat Papua menjaga api perjuangan di dalam negeri.

“Di dalam negeri, rakyat harus jaga api yang kalian sudah buat itu,” ujar Haluk saat foto bersama usai tanda tangan petisi itu di halaman Asrama Putra Uncen, Waena, Kota Jayapura, Papua.

Haluk juga mengharapkan dukungan seluruh rakyat di Negara-negara Pasifik. Karena, kata dia, perjuangan rakyat Papua tidak terlepas dari perjuangan masa depan rakyat Pasifik keluar dari ancaman.

“Ancaman rakyat Papua hari ini tsunami manusia dari Asia. Ancaman rakyat Pasifik hari ini perubahan iklim,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengajak seluruh rakyat Pasifik mendukung perjuangan Papua. “Mari, kalau suatu saat kami menentukan nasib politik, kami bisa mengatakan ini tempat kalian (Pasifik),” tegasnya kepada massa rakyat.

Kata Haluk, penduduk Negara-negara Pasifik, Polinesia, Mikronesia, tidak lebih dari 10 juta. Tambah Rakyat Papua saat ini dengan kaum migran 3,5 jutaan.

Menurutnya, jumlah ini tidak banyak. Rakyat Asia masih tetap ada di Papua atau pergi dari Papua, Papua tetap masih kosong. Papua bisa menjadi tempat bagi seluruh rakyat Pasifik.

Pewarta: Arnold Belau