Surya Anta: Saya Orang Indonesia Pertama yang Mau Minta Maaf pada Rakyat Papua

363

JAKARTA, SUARAPAPUA.com — Surya Anta, juru bicara dari beberapa Organ Pro Demokrasi yang tergabung dalam Front Rakyat Indonesia untuk West Papua  (FRI-WEST PAPUA) dalam orasinya mengatakan meminta maaf kepada seluruh orang papua atas tindakan bejat negara Indonesia.

Permintaan maaf itu disampaikan Surya Anta, deklarator FRI-West Papua pada 1 Desember 2016 di Mabes Polda Metro Jaya saat berorasi bersama rakyat Papua Barat yang dimotori Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dalam rangka memperingati hari lahirnya Negara Papua Barat ke-55, di Jakarta.

“Hari ini, saya mau katakan kepada semua orang Papua, saya orang pertama Indonesia yang mau minta maaf secara terbuka. Kenapa? Karena negara saya (negara Indonesia) sedang jajah kalian. Kalian terus ditangkap, disiksa, dikejar bahkan dengan begitu gampangnya nafas hidup kalian terus dicabut,” ungkap Surya.

Atas dasar itu Surya menuding negaranya telah menyimpang jauh dari ideologi Pancasila dan UUD 1945.

“Negara saya sudah tidak lagi menjalankan amanah Ideologi yang pernah dicetuskan para pahlawan. Dalam UUD katakan tidak boleh ada penjajahan tapi kenapa bangsa papua masih dijajah negara ini,” katanya.

Menurut dia, seharusnya di zaman demokrasi kini setiap bangsa harus saling menghargai, hidup berdampingan dan menjunjung tinggi nilai-nilai hidup berbangsa.

“Sudah saatnya sekarang negaraku, Indonesia tidak malu untuk minta maaf pada semua orang Papua. Dan biarkanlah mereka (Papua Barat) menentukan nasib hidup mereka sendiri,” tegasnya.

Sementara itu, pemukulan yang dialaminya, kepada surapapua.com pada Jumat (2/12/2016) lalu mengatakan sudah membaik.
“Sedikit membaik. Tapi kepala bagian belakang masih rasa perih. Saya ada minum obat,” katanya.
Lanjut dia, tindakan tersebut akan dilaporkan ke Bareskrim melalui Lembaga Bantuan Hukum  (LBH) Jakarta.

“Beberapa orang pake baju biasa yang pukul saya kemarin, kawan-kawan LBH akan laporkan ke Bareskrim biar mereka dipanggil dan diproses hukum,” ungkap dia.

Pewarta: Setvanus Yogi

Editor: Arnold Belau

SHARE