Dikonfirmasi Soal Penembakan di Boven Digoel, Kapolda Papua: Bukannya Sudah Diblokir Medianya?

499
Kapolda Papua, Paulus Waterpauw. (pasificpostcom)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Pada tanggal 1 Desember 2016 lalu dikabarkan aparat kepolisian kolonial Indonesia dari satuan Polres Boven Digoel dikabarkan telah menembak mati seorang pemuda atas nama Oktovianus Guam (19) tahun di pinggir kali Mak, Boven Digoel Papua.

Kapolda Papua, Paulus Waterpauw, saat dikonfirmasi suarapapua.com soal penembakan tersebut dari Jayapura tidak menanggapi pertanyaan dari suarapapua.com. Tetapi Waterpauw malah mempertanyakan situs Suara Papua yang diblokir oleh kementerian komunikasi dan informatika pada 4 November 2016 lalu.

“Bukannya sdh diblokir…. mediannya,” tulisa Waterpauw singkat membalas pesan singkat yang dikirim suarapapua.com melalui whatsapp pada 14 Desember 2016 lalu.

Seperti disiarkan media ini sebelumnya, seorang narasumber suarapapua.com melaporkan, pada Kamis tanggal 1 Desember 2016 lalu polisi  Indonesia yang bertugas di Kabupaten Boven Digoel, Papua telah menembak mati seorang  pemuda di pinggir kali Mak.

“Dia ditembak  saat mau mandi di Kali Mak, Boven Digoel. Mereka tembak tanpa tanya-tanya. Alasan penembakan menurut Polisi kepada pihak Keluarga korban mencuri TV dan  melakukan perlawanan dengan parang,” ungkapnya.

Narasumber Sura Papua menyebutkan, seornag  temannya mengatakan Oktovianus tidak melakukan perlawanan dan Polisi tiba di Kali Mak langsung menembak.

“Korban kena tembakan di kaki dan melihat itu Korban lari untuk masuk hutan namun di tembak lagi di belakang tubuh korban hingga tembus ke dada depan dan mati di tempat,” ungkap sumber itu pada suarapapua.com tidak lama ini.

Terkait peristiwa ini, Natalis Guyop, ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Boven Digoel saat dikonfirmasi membenarkan informasi itu. Kata Guyop, penembakan terjadi sekitar pukul 15.00 Sore. Korban dibawah ke rumah sakit pada malam hari.

“Penembakan itu tidak diketahui oleh siapa pun. Termasuk keluarga korban. Saya menduga penembakan itu sudah diseting agar tidak boleh diketahui oleh keluarga korban dan orang Papua dan non Papua yang ada di Boven Digoel,” jelasnya.

Guyop mengatakan, dirinya baru mendapat kabar penembakan itu pada pukul 9 malam. Informasi itu disampaikan seorang oknum anggota polisi, bahwa ada penembakan pukul 3 sore tadi.

“Kakak, yang ditembak ituseorang pemuda berumur 19 tahun. Posisinya sekarang polisi sudah bawa ke rumah sakit. Dia (polisi) bilang pemuda itu namanya sudah masuk dalam daftar pencarian orang. Tetapi korban dijadikan DPO karena kasus apa tidak dijelaskan,” katanya meniru ucapan polisi tersebut.

Kata dia, korban ketemu di kali Mak, langsung polisi tembak di tempat tanpa tanya-tanya.

“Waktu ditembak korban tidakmelakukan perlawanan sama sekali. Tetapi dia ditembak. Pertama dorang (polisi) tembak di kaki. Setelah kena tembakan korban lari ke hutan. Begitu lari, polisi tembak lagi di belakang. Tembakan kedua itu pelurunya kena di belakang dan tembus ke depan bagian dan mati di tempat,” jelasnya.

Menyangkut informasi tentang pencurian TV, kata Guyop, informasi itu polisi yang sampaikan. Berdasarkan informasi tesebut, ia bertanya pada keluarga korban, namun sempat membenarkan bahwa ada ada pernah terjadi.

“Setelah ada informasi dari polisi yang bilang ada pencurian sehingga korban di tembak, saya tanya kepada keluarga korban. Keluarga korban bilang ada. Tetapi perncurian apa, di mana dan kapan itu keluarga korban juga tidak tahun,” terang Guyop.

Kepala bidang hubungan masyarakat Polda Papua, AKBP Ahmad Kamal, saat dikonfirmasi suarapapua.com di Jayapura mengaku tidak tahu dan belum mendapatkan informasi penembakan itu.

“Kami belum dapat laporan seperti itu. Kami cek dulu. Makasih,” jawabnya singkat menjawab pesan yang dikirim suarapapua.com dari Jayapura.

Pewarta: Arnold Belau