Mote: Masyarakat Tidak Boleh Terprovokasi Selama Pilkada di Intan Jaya

0
1046

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Fransiskus Xaverius Mote, pelaksana tugas bupati kabupaten Intan Jaya meminta agar masyarakat kabupaten Intan Jaya yang tersebar di delapan distrik agar tidak terprovokasi dengan adanya isu-isu maupun manuver dari kandidat tertentu maupun tim sukses dari kandidat tertentu dalam Pilkada Intan Jaya tahun 2017 ini.

“Saya harap masayrakat jangan terprovokasi. Kita semua harus waspada supaya Intan Jaya jangan sampai jadi peta konflik. Semua kandidat harus siap kalah dan siap menang. Kalah maupun menang harus terima. Saya berpesan kepada empat kandidat untuk tidak melibatkan masyarakat dalam untuk berkonflik,” kata Mote kepada suarapapua.com usai menghadiri debat calon bupati Intan Jaya di salah satu hotel yang ada di Kota Jayapura, Papua, Selasa (17/1/2017).

“Tidak boleh lagi ada pertumpahan darah di Intan Jaya. Biarkan masyarakat ikuti proses dan pesta demokrasi dengan baik dan bermartabat. Jadi untuk mengantisipasi terjadinya konflik ini menjadi tanggungjawab kita bersama,” ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Plt. Bupati kabupaten Waropen ini.

Kepada TNI/Polri dan Panwas, kata dia, kita mengharapkan agar tahapan-tahapan yang sedang berjalan ini diawasi dengan baik dan bila ada pelanggaran harus berikan teguran keras.

“Saya lihat Panwas belum melakukan tugasnya dengan maksimal. Sampai saat ini belum ada teguran-teguran tertulis yang diberikan kepada kandidat yang melanggar.

“Misalnya kalau ada kandidat yang saling menghina, atau ada yang merusak atribut kampanye atau apa ini belum ada tindakan dari Panwas. Mestinya hal-hal seperti ini diberikan teguran-teguran tertulis,” katanya.

Sehingga antara KPU, Panwas dan TNI/Polri bersama-sama menjadi satu kekuatan bersama untuk sukseskan pilkada 2017 itu.  Dan untuk TNI/Polri, terutama Polri saya lihat mereka juga sedang  mempersiapkan diri untuk menjaga jalannya Pemilukada di Intan Jaya. Sehingga selama kampanye pun mereka terlibat untuk menjaga keamanan.

Untuk pembiayaan Pilkada sendiri, kata dia, tidak sepenuhnya dibiayai oleh APBD tahun 2016 sehingga nanti sebagian dari pembiayaan pemilukada itu akan dibiayai oleh APBD Intan Jaya tahun 2017.

“Jadi kami berharap supaya APBD 2017 ini segera direspon baik oleh DPRD Intan Jaya supaya kita bisa selesaikan sebelum ada tahapan berikut,” harap Mote.

Sementara itu, Leonardus Nabu, Kapolres Paniai kepada media ini mengatakan pihaknya sudah siap untuk mengamankan proses Pilkada di Kabupaten Intan Jaya.

“Polres Paniai siap amankan Pilkada Intan Jaya. Kami akan menanmbah anggota dari Paniai dan Polres Timika,” katanya kepada media ini saat dikonfirmasi soal kesiapan Polri amankan Pilkada di Intan Jaya.

 

Pewarta: Arnold Belau