Hengky Rumere Tutup Usia, Persipura Berduka

235

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Duka bagi keluarga besar Persipura Jayapura dan Papua umumnya. Hengky Rumere, 70, stoper legendaris Persipura, berpulang menghadap Sang Pencipta, Minggu (19/2/2017) pagi.

Benhur Tomi Mano, ketua umum Persipura Jayapura, sambil menitikkan airmatanya, mengungkapkan rasa duka mendalam sekaligus merasa kehilangan seorang tokoh panutan dalam persepakbolaan Papua.

Meninggalnya Hengky Rumere, sungguh mengenaskan. Heru, sapaan akrab mantan pemain legendaris Persipura itu ditemukan tak bernyawa dalam musibah kebakaran di rumahnya di Koraja Dalam, Distrik Abepura, Kota Jayapura,

“Ini duka kita yang mendalam. Kita kehilangan sosok legenda yang selama ini menjadi contoh positif seorang pemain, pelatih dan talent scouting yang hebat,” ucap Mano mengaku ketokohan Hengky Rumere.

Bagi Mano, Hengky Rumere tiada duanya. Heru menurutnya, tokoh sepakbola Papua sejati.

“Beliau terbaik selama bermain, melatih dan saat berhenti berkarir beliau tetap menjadi panutan yang baik. Kami kehilangan, Persipura berduka, Papua menangis,” tuturnya.

Heru dimata Mano, figur orang tua yang cukup berjasa bagi perkembangan sepakbola Papua selama ini.

“Beliau itu orang besar yang menempatkan dirinya setengah mungkin ketika berhadapan dengan orang lain, sangat santun, familiar dan bersahaja. Beliau sangat low profile, dan saya pribadi sangat kagum dengan beliau selama ini,” kata Mano.

Tercatat dalam lembaran sepakbola nasional, Hengki Rumere adalah stoper terbaik Persipura di era 70-an. Heru memulai kariernya di Persipura pasca menyelesaikan kuliahnya di IKIP Yogyakarta. Sejak bermain di Persipura, posisi dia tak tergantikan hingga akhirnya ia “gantung sepatu” dan beralih profesi menjadi pelatih.

Semasa karier kepelatihannya, Heru pernah melatih Persipura. Paulo Rumere, anak Heru, bahkan pernah bermain bersama tim Mutiara Hitam.

Ketokohan Heru, kata Mano, patut ditiru. Sebab, bicara sepakbola butuh orang yang betul-betul bekerja dengan hati. Hal mana Heru sudah buktikan semasa hidupnya.

“Seluruh hidup pak Hengky Rumere dicurahkan demi sepakbola kita. Jadi, semua yang beliau lakukan selama ini memang panutan bagi kita sebagai insan sepakbola. Kejayaan Persipura tentunya tak lepas dari apa yang telah beliau salurkan, baik selama menjadi pemain maupun selama menjadi pelatih. Sekali lagi kami sampaikan rasa duka dan kehilangan yang mendalam atas kepergian Pak Hengky Rumere,” tuturnya.

Mano atas nama keluarga dan manajemen Persipura menyampaikan, “Sebagai umat yang percaya, Tuhan Yesus Kristus akan merangkul erat Pak Hengky Rumere dan memberinya tempat terbaik di sana. Untuk keluarga yang ditinggal, kita berdoa kiranya Tuhan memberikan kekuatan, ketabahan dan kebesaran hati atas meninggalnya beliau, amin.”

Ucapan belasungkawa juga datang dari Persipuramania, dan berbagai pihak atas berpulangnya tokoh sepakbola Papuai ini.

Kombes Akhmad Kamal, kepala bidang humas Polda Papua, membenarkan peristiwa kebakaran rumah milik Hengky Rumere di komplek Jalan Pendidikan Kotaraja Dalam.

Menurut Kamal seperi dilansir Kantor Berita Antara, jenazah dari satu orang korban dalam kebakaran itu ditemukan dalam posisi tertimpa batang besi dari atap rumah.

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 05.30 WIT. Kobaran api baru dipadamkan sejam kemudian. Tepat pukul 06.45 WIT setelah mobil pemadam kebakaran membantu memadamkan api yang melahap habis rumah tersebut.

Jenazah Heru sempat dievakusi ke RSUD Jayapura. Kini disemayamkan di rumah keluarga duka.

Pewarta: Mary Monireng