HIV/AIDS Banyak Bunuh Manusia Papua di Republik Indonesia

434

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Pendeta Yoram Yogobi, aktivis dan pegiat HIV dan Aids di Wamena mengatakan, akibat HIV dan Aids banyak manusia Papua mati di republik ini.

Pdt. Yoram mengatakan, HIV dan Aids telah merambah ke kampung-kampung hingga ke pelosok-pelosok, sehingga ia meminta setiap orang terutama orang Papua untuk sadar dan memproteksi diri serta keluarga dan masyarakat di lingkungan sejak dini.

“HIV dan Aids bagian dari genoside di republik ini, dengan fakta-fakta yang ada karena apa yang dilakukan tidak sesuai dengan konteks,” kata Pdt. Yoram saat bedah buku “Papua di Ambang Kehancuran” di Wamena, Sabtu (13/5/2017).

Pdt. Yoram juga mengatakan, di negara ini tercatat bahwa negara menjamin rakyatnya, tetapi kondisinya berbeda dengan kenyataan itu.

“Kita selalu melakukan advokasi, tetapi tidak ada yang mendukung apa yang diadvokasi itu, sehingga di lapangan tidak ada melakukan sesuai advokasi itu.”

Amos Wetipo dari Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah Laapago mengatakan, orang bilang karena HIV dan Aids orang Papua banyak yang meninggal. Ia mengatakan, banyak data kasus HIV dan Aids, tetapi tak ada tindakan pemerintah.

“Pemerintah harus beri perhatian yang besar dan bertindak cepat,” kata Amos.

Pater John Djonga mengatakan, untuk masalah kesehatan terutama HIV dan Aids semua komponen masyarakat harus terlibat, tidak boleh memandang sebela mata.

“Dewan adat harus berpartisipasi dalam memerangi HIV dan Aids, karena apalah daya kedepan kalau orang Papua semua mati karena HIV dan Aids?” tutur Pater John.

 

Pewarta: Elisa Sekenyap

 

SHARE