Belum Ada Pengganti Lydio, Besok Persipura Jamu Barito Putra Tanpa Boaz

0
384
Para pemain Persipura Jayapura saat melakukan latihan di Batu Malang, awal Agustus 2016. (bola.com)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com — Setelah Lydio de Souza ‘out’ dari Persipura Jayapura, manajemen belum mendatangkan pelatih fisik bagi Boaz Solossa Dkk mengarungi Liga 1 Go-Jek Traveloka tahun 2017.

Selentingan yang beredar, manajemen Persipura sedang mendekati beberapa pelatih fisik. Hanya saja, kabar tersebut belum bisa dipastikan. Meski memang Benhur Tomi Mano, ketua umum Persipura Jayapura, tidak lama ini menyatakan akan segera rekrut pelatih fisik Persipura pasca Lydio pulang ke Brasil.

Usai manager meeting kompetisi Liga 3 di GOR Waringin, Kotaraja, pekan lalu, Mano kepada wartawan, mengatakan, “Kita akan ambil pelatih fisik. Beberapa hari lalu saya sudah sampaikan ke pak manajer supaya segera cari pelatih fisik yang baru. Yakinlah pasti ada.”

Ia berpendapat, belum adanya pelatih fisik bukan hal yang perlu dipersoalkan. Karena, tegas Mano, kondisi tim saat ini stabil baik saat bertandang ke kandang Persiba Balikpapan maupun laga kandang menjamu Barito Putra di stadion Mandala, Kota Jayapura, Selasa (30/5/2017) besok.

Walikota Jayapura ini menyatakan, entah pemain, pelatih maupun ofisial, harus selalu siap menerima keputusan tegas semisal pemutusan dari Persipura jika tidak memberi kontribusi atau kedapatan melakukan tindakan tertentu yang berpengaruh langsung terhadap eksistensi tim Mutiara Hitam.

“Kita selamatkan Persipura. Saya dan kita semua menghendaki Persipua tetap eksis di sepakbola Indonesia, bahkan meraih juara adalah harapan kita semua. Maka, kalau ada yang macam-macam, tahu saja resikonya. Contohnya dulu saya pecat Greg Nwokolo,” tutur Mano.

Lydio, Undur Diri atau Dipecat?

Persipuramania terkejut mendengar kabar bahwa pelatih fisik asal Brasil itu telah tinggalkan Persipura beberapa hari jelang tur tim ke Malang menghadapi Persiba Balikpapan. Ia tidak mendampingi di laga ketujuh.

Belum jelas pokok persoalan dan alasan hengkangnya Lydio. Tidak sedikit Persipuramania melalui facebook di group Persipura Jayapura menulis kekecewaannya hingga menyalahkan pelatih kepala dan manajemen. Mereka bahkan menuding kemungkinan ada ketidakharmonisan antara pelatih kepala dan Lydio.

Diberitakan media massa, keputusan dalam rapat manajemen Persipura, Kamis malam (18/5/2017), Lydio resmi diputus kontraknya. Keputusan final ini diambil setelah pada pagi hari di Stadion Mandala, usai sesi latihan, terjadi adu mulut antara Lydio dengan Liestiadi, pelatih kepala Persipura.

Kabarnya, adu mulut tersebut lantaran Lydio belum fasih berbahasa Indonesia. Sementara, Liestiadi minta agar menu latihan fisik yang diberikan kepada para pemain tidak boleh berlebihan karena bisa cedera. Usai latihan, situasi kembali memanas. Miskomunikasi saat itu sulit terhindarkan.

Keesokan harinya, Jumat (19/5/2017), Lydio “cabut” dari Kota Jayapura. Ia pulang kampung di Brasil.

Sebuah postingan di akun instagram miliknya, @lydiodesouza, beredar luas di facebook, memancing beragam pendapat dari Persipuramania.

Ini isi postingan yang ditulis pada Jumat pagi: “Terima kasih Tuhan, berkat Persipura dan Kota Jayapura dengan peluang baru, Aku meninggalkan kepala dibagian tertentu dari tugas. Terima kasih Tuhan! Terima kasih Papua khususnya keluarga (tim) Persipura Jayapura, selamat tinggal Persipura!! selamat tinggal”.

Postingan terakhir di instagram: “Kembali ke Brazil!!! Tuhan berkati selalu”.

Lydio membalas pertanyaan dari salah satu akun facebook: “Saya dipaksa keluar oleh Liestiadi. Dia tidak mau saya ada di Persipura. Saya sedang ke Brasil. Terimakasih.”

Rocky Bebena, sekretaris umum Persipura, mengatakan, Lydio de Souza sudah tidak bersama Boaz Dkk dan manajemen menghargai keputusan itu.

Rocky menjelaskan, dalam rapat manajemen, pelatih fisik itu dianggap bagus dalam melatih para pemain. Selanjutnya berharap agar Lydio dapat berkarier dengan baik di tim lain.

Tanpa Boaz Lagi

Menjamu Barito Putra di Stadion Mandala, tim tuan rumah tanpa sang kapten, Boaz Solossa. Ini laga kedua bagi pemain yang melejit dari sebuah klub di Kota Sorong, Putra Yohan, tak bisa bermain. Boaz terkena larangan bertanding dari Komisi Disiplin PSSI.

Antisipasi itu, pelatih menyiapkan penggantinya. Dari skuat yang ada, pelatih punya opsi lain menurunkan pemain bertipikal penyerang.

“Kita sudah punya pengganti Boaz. Sementara saya sedang uji beberapa penyerang kita. Siapa yang terbaik, pasti diturunkan menghadapi Barito Putra,” kata Liestiadi usai bersama asisten pelatih memandu langsung latihan di Stadion Mandala..

Selain lini depan, selama beberapa hari jelang laga menjamu tim yang diarsiteki Jacksen F Tiago, mantan pelatih Persipura, coach juga memaksimalkan para gelandang. Ini lebih pada penguasaan bola, juga pembenahan fisik.

“Kita benahi performa pemain dan mereka harus tetap fokus,” katanya sembari menargetkan kemenangan penuh di kandang sendiri.

 

Pewarta: CR-3/SP
Editor: Arnold Belau

print