Rakyat Papua Tak Usah Terprovokasi Kasus Padang Bulan

0
2014

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Dugaan pembakaran buku Agama menyerupai Alkitab oleh oknum TNI di markasnya, Padangbulan, Abepura, Jayapura, Papua, Kamis (25/5/2017) siang, tidak perlu disikapi berlebihan. Rakyat diminta agar tidak terprovokasi.

Victor F. Yeimo, ketua umum Komite Nasional Papua Barat (KNPB), menegaskan, tindakan tersebut meski terjadi pada hari besar umat Kristen, yakni hari Kenaikan Yesus ke Surga, namun pihaknya menghimbau agar rakyat tetap tenang, tak usah terhasut.

“Kami justru mengajak rakyat West Papua tidak terprovokasi karena semua produk konflik milik kolonial akan kita lawan dengan cara-cara yang cerdik, damai dan bermartabat,” ujar Yeimo dalam pesan tertulis yang dikirim ke suarapapua.com, usai kejadian tersebut.

Menurut Yeimo, dari informasi yang diterima, pelaku adalah anggota TNI. Pelaku menurutnya, tidak gila alias masih waras dan sadar saat bakar. “Diduga bahwa pelaku merencanakan, menyiapkan 40 buku Alkitab untuk dibakar pada hari besar umat Kristen,” tudingnya.

Yeimo menilai tindakan tersebut bertujuan supaya Papua bergejolak dalam isu SARA, sebagai pengalihan perjuangan kemerdekaan West Papua. “Mereka berupaya memancing pejuang dan basis rakyat pejuang keluar terlibat dalam konflik SARA, supaya kriminalisasi dan pembunuhan/penghancuran pejuang dan perjuangan terjadi. Dan targetnya, penguasa kolonial memperoleh simpati rakyat Papua,” tutur Yeimo.

Kendati demikian, ia tegaskan bahwa pihaknya tidak terlibat dalam skenario adu domba antar warga sipil yang diciptakan di Waena, tempat basis perjuangan selama ini.

“Juga tidak termakan dalam provokasi konflik agama oleh kolonial hari ini, sekalipun beberapa jam yang lalu setelah kejadian di Padangbulan mereka mencoba menggunakan antek-anteknya memancing kekerasan di depan kantor KNPB Pusat, Kamwolker,” ungkapnya.

Sembari mengajak rakyat tidak terprovokasi dengan semua strategi konflik, ia minta tetap pegang teguh persatuan diantara semua komponen. “Kita perkuat tali kebersamaan dalam satu bangsa, satu jiwa, melangkah maju merebut impian negeri yang akan bebas dari penindasan. Bahwa Papua merdeka sebagai sebuah negara-bangsa adalah satu-satunya jalan mengakhiri segala bentuk penjajahan di atas tanah air, West Papua,” kata Yeimo.

Diketahui, dari insiden tersebut, setidaknya lima orang menjadi korban. Baik korban penembakan oleh oknum aparat keamanan maupun korban pengeroyokan warga.

Antara lain, Edi Siep, Alfian Ukago dan Victor Pulanda kena tembakan peluru aparat. Edi Siep kena di bagian kaki kanan. Alfian Ukago kena di bagian kaki kirinya. Dan Victor Pulanda kena di bahu tangan kanan. Selain itu Tober Morison Sirait, Kapolresta Kota Jayapura dan ajudannya dikeroyok massa.

 

Pewarta: CR-3/SP

Editor: Arnold Belau