Petrus Hubi Maju Calon Bupati Jayawijaya Untuk Kembalikan Tatanan Budaya Balim

390

WAMENA, SUARAPAPUA.com — Petrus Hubi, Ketua DPC PDI Perjuangan Jayawijaya yang adalah putra asli Balim menyatakan diri maju dalam pencalonan bupati Jayawijaya pada pemilukada serentak 2018.

Dalam pencalonan ini, Petrus Hubi mengutamakan isu utama mengenai bagaimana mengembalikan tatanan budaya dan adat masyarakat Lembah Balim Jayawijaya yang akan meningkatkan produktivitas pembangunan melalui tatanan budaya yang telah ada turun temurun.

Kepada wartawan di kediamannya di jalan Lumba-Lumba Wamena, Rabu (14/6/2017) Petrus mengakui, keinginannya menjadi pemimpin di Jayawijaya telah terpatri di benaknya sejak berkarier di dunia politik, terutama sejak menjadi anggota DPRD Jayawijaya periode 2009-2014 lalu.

“Perjalanan panjang saya merencanakan dan merenungkan selama itu pula, karena saya melihat bahwa kondisi pembangunan di daerah ini, sehingga saya merencanakan suatu saat saya harus menjadi pemimpin, terutama untuk merubah kondisi serta membangun rakyat daerah ini kearah yang lebih bagus,” kata Petrus Hubi.

Tetapi dengan niat ini, katanya, dirinya tidak serta merta maju sebagai salah satu calon bupati Jayawijaya 2018, melainkan datang ke tua-tua adat Balim di honai-honai besar meminta ijin dan akhinrya tanggal 11 Februari 2017 Petrus Hubi menyatakan diri maju calon bupati ke public.

Dan dengan demikian, tim relawan terbentuk sendirinya oleh rakyat untuk melakukan sosilisasi ke 40 distrik.

“Visi saya ingin mengembalikan masyarakat Jayawijaya yang berbudaya, karena kami merasa saat ini budaya di lembah ini sudah terkikis, tidak ada pengayoman dari pimpinan yang sebagaimana agar budaya-budaya dan nilai-nilai yang positif ini terus dipelihara yang saat ini terabaikan,” tutunya.

Ketika ditanya mengenai pendampingnya, katanya, pihaknya masih mempelajari dari track record masing-masing tokoh yang ada.

Sementara, Costan Elopere, Ketua tim pemenangan Petrus Hubi menjelaskan mengenai nama tim dan relawan yang memberikan dukungan ke Petrus Hubi, yaitu Petrus Bani Balim (PBB) yang artinya, Bani adalah turunan atau anak bangsawan yang pada masing-masing suku ada di pundak masing-masing. Dimana, Bani dipetik dari ayat Alkitab yang membawa visi, mengembalikan masyarakat Balim yang berbudaya.

“Hingga sekarang tim relawan sudah terjaring di 34 distrik dari 40 distrik dan kami terus bekerja untuk memenangkan Petrus Hubi yang memilik visi besar kembalikan tatanan budaya kita di Lembah Balim ini,” ujar Costan.

“Saya kira orang Balim juga merasakan apa yang sebenarnya menjadi nilai hakikat orang Balim, yang saat ini mulai terkikis. Untuk itu kami hadir bersama tim, dimana kami juga ingin melibatkan mahasiswa dan pemuda Jayawijaya untuk sama-sama memberi respon lebih baik terhadap pembangunan di lembah Jayawijaya ini,” kata Agustinus Siep, Wakil Ketua tim Relawan Petrus Bani Balim.

Selain Petrus Hubi sebagai Ketua Partai DPC PDI Perjuangan Jayawijaya yang maju sebagai calon bupati Jayawijaya 2018, pihaknya juga membuka peluang bagi calon lain untuk mendaftar di partai berlambang Banten ini, baik calon dari luar partai maupun dari dalam partai.

Selain PDI Perjuangan, Petrus Hubi sendiri telah mendaftarkan diri di Partai Golkar Jayawijaya dan kedepan akan melakukan pendaftaran di partai kontestan Pilkada serentak 2018 yang jika kedepan membuka pendataran.

 

Pewarta : Elisa Sekenyap