Suara Papua Gelar Pelatihan Jurnalistik Kepada Mahasiswa Intan Jaya

471
Pemateri dan peserta pelatihan Jurnalistik mahasiswa asrama Intan Jaya saat berfoto bersama usai kegiatan. (Agus Pabika)

JAYAPURA, SUARAPAPUA.com— Dalam rangka mencari bibit-bibit wartawan muda Papua, Perkumpulan media Suara Papua menggelar Pelatihan jurnalistik kepada para mahasiswa di asrama Intan Jaya Buper, Waena pada Kamis, (15/6/2017), Jayapura, Papua.

Dalam pelatihan Jurnalistik yang digelar Suara Papua, Benny Mawel wartawan Koran Jubi yang hadir sebagai pemateri mengatakan menjadi seorang wartawan membutuhkan kemauan, kesadaran dari diri sendiri untuk mewartakan kebenaran di tanah Papua.

“Kebiasaan menulis akan timbul ketika kita memulai dari hal kecil sehingga akan terbiasa dengan hal besar. Menjadi wartawan adalah pangilan tersendiri untuk anak muda Papua yang tergerak dari hati,” kata Mawel.

Sementara itu Hengky Yeimo selaku pemateri ke dua menambahkan, anak-anak muda Papua budayakan menulis dengan hal-hal kecil dengan terus menerus agar menjadi penulis yang baik mewartakan kabar ke publik dengan benar.

“Ketika kita sudah menulis, tulisan kita akan terkenal dimana-mana dengan mengedepankan kode etik jurnalistik agar masyarakat juga di didik dengan informasi yang netral dan baik bukan sebaliknya,” tambahnya.

Sementara itu mewakili peserta pelatihan Jurnalistik ketua asrama Pemda Intan Jaya Esau Yarinap mengucapkan terima kasih kepada redaktur Suara Papua dan pemateri dimana menyempatkan diri untuk membagi pengalaman dalam dunia wartawan dan jurnalistik di Papua.

“Kami ingin menjadi pelaku untuk mengikuti jejak kaka-kaka di dunia jurnalistik sehingga kami minta dorongan selalu membantu kami agar menjadi wartawan penyambung lidah masyarakat mewartakan kebenaran.”

Ketua Suara Papua, Arnold Belau mengaku sangat gembira. Katanya, tidak ada persiapan yang matang. Baik untuk sebarkan undangan dan mengundang pemateri namun kegiatan terlaksana dengan luar biasa.

“Saya hanya kontak ketua IPMI-J, Esau pada malam sebelum hari H untuk memita izin tempat dan meminta sertakan beberapa anak-anak. Luar biasa hasilnya. Hampir 50 orang hadir. Ruangan penuh. Pemateri-pemateri juga menyajikan materi dengan luar biasa baik. Saya hormat untuk mereka,” ungkapnya gembira.

Belau berharap agar melalui pelatihan yang digelar tersebut ada anak-anak muda Papua dari Intan Jaya tergerak hatinya untuk menjadi penulis. Sehingga bisa menulis banyak hal tentang Intan Jaya dan tentang Papua agar bisa diketahui banyak orang.

“Menjaring pewarta mudah itu tak mudah. Itu sama dengan kita cari emas. Tetapi saya optimis bahwa akan ada anak-anak muda yang tergerak hatinya untuk menulis,” katanya optimis.

 

REDAKSI