Waket BPAM Sinode GKI Buka Sidang Klasis Aifat Ke-1  

397

KUMURKEK/MAYBRAT, SUARAPAPUA.com—  Wakil ketua BPAM Sinode GKI di tanah Papua, Pdt. Hiskia Rolo pada Minggu (25/6/2017) membuka sidang Klasis Aifat ke1 di gereja Emaus Susumuk, distrik Aifat Jaya, kabupaten Maybrat, Papua Barat yang diawali ibadah syukur yang dipimpin Pdt. Sepy Assem.

Hiskia mengatakan, sudah dilakukan pengesahan bakal klasis menjadi klasis dinitif dan perubahan nama Klasis Maybrat Timur menjadi Klasis Aifat.

“Dulu kita mengenal klasis A3 setelah itu berubah nama menjadi klasis Maybrat dan kini dibagi satu menjadi tiga yaitu Klasis Ayamaru, Aifat dan bakal klasis Aitinyo. Hadirnya tiga klasisi itu adalah buah dari perjuangan keras yang Tuhan berikan,” kata Hiskia dalam sambutannya.

Sebagai orang yang percaya, kata dia, kita harus bersyukur pada Tuhan dan para penginjil di tanah Maybrat karena sudah ada banyak perubahan. Ia mencotohkan, sekarang jemaat tidak lagi jalan kaki berhari-hari  tetapi dengan kendaraan roda II dan IV bisa sampai ke tempat tujuan dengan menempuh sekitar 3 sampai 4 jam.

Disebutkan, tugas dari sidang klasis berdasarkan Bab III pasal 9 ayat 7 adalah pertama menetapkan garis-garis kebijakan dalam melaksanakan keputusan sidang Sinode dan BPAM dimana hari ini telah ditetapkan nama klasis dan klasis difinitif disahkan menjadi dasar perjalanan klasis di masa yang akan datang.

Kedua, mendengar, membahas dan mengesahkan laporan badan pekerjaan klasis di bidang program dan anggaran. Ketiga, membahas dan mengambil keputusan tentang usul-usul dan persoalan yang timbul apa yang dialami jemat-jemat di klasis yang bersangkutan. Keempat, membahas dan mengesahkan RAPB klasis.

Kelima, memilih anggota-anggota badan pekerja Klasis dan badan pengawas pembangunan gereja. Dan keenam, mendengar himbauan gereja melalui pelaksanaan tata gereja keputusan sidang Sinode.

“Keputusan sidang klasis bersifat mengikat sejauh tidak bertentangan dengan firman Allah, tata gereja keputusan sidang Sinode. Saya minta agar kita harus memperhatikan bahwa BPAM Sinodse GKI di tanah Papua hasil sidang Sinode ke XVII di Waisay telah memutuskan dan menegaskan bahwa kita tetap tunduk dan melaksanakan tata gereja dan peraturan serta pedoman perubahan keenam Tahun 2000 di Sorong sebagai keputusan yang tercover,  startegis dan utama,” tegasnya.

Sementara itu, Sepy Frasawi, Ketua panitia Sidang Klasis Aifat ke-1,  mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah menetapkan program kerja klasis, memilih badan pengurus pekerja klasis.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut, kata dia, menjalankan keputusan sidang sinode GKI di tanah Papua ke XIV Tahun 2000 di Sorong Nomor 6/M/SS/XV/2011 tentang perubahan ke-6 tata GKI di tanah Papua, peraturan tentang sidang jemat klasis dan sidang sinode Bab III pasal 9 tentang sidang klasis dan pasal 12 tentang badan pekerja klasis dan rapat pembentuk panitia badan pekerja klasis Aifat Nomor 10/G-13/IV/2017.

Agustinus Saa, sekda Kab. Maubrat yang mewakili pemkab setempat mengatakan, di Kab. Maybrat sudah ada 2 Klasis dan 1 bakal Klasis. Kata dia, hal itu merupakan proses mengembalikan harga diri, harkat dan martabat agar naik ke permukaan dan sama seperti orang lain.

“Kalau sudah ada 3 Klasis berarti mengarah pada akan terbentuknya tiga kabupaten untuk 3 wilayah ini. Ini hasil dari perjuangan tua-tua kita terdahulu yang mengutamakan kebersamaan, persatuan keluarga dan saling menghargai dan dihargai,” katanya.

Tetapi, ia menjelaskan, saat ini orang Aifat ke Ayamaru dan ke Aitinyo begitu sulit maupun sebaliknya. Itu menunjukan bahwa masih dalam suasana kegelapan dan sebelumnya ada terang karena persatuan dan kekeluargaan.

Dengan adanya klasis tersebut, ia mengajak semua jemaat untuk bersatu menata dan membangun kegiatan mental spiritual agar hidup lebih aman, baik, damai dan diberkati.

“Hadirnya klasis di masing-masing wilayah agar mendekatkan pelayanan iman kepada jemat-jemat yang ada. Jangan ubah nama dan lainnya tetapi harus ubah prilakunya agar gereja dalam hidup pribadi, keluarga, hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dapat berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat,” harapnya.

Pewarta: Engel Semunya

Editor: Arnold Belau

SHARE