22 Siswa Program ADik dan Adem Kab. Deiyai Dilepas

239

DEIYAI, SUARAPAPUA.com — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Deiyai melepas sebanyak 22 siswa-siswi program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (Adem) tahun 2017 oleh Asisten III Setda Deiyai, Elimelek Edowai, di aula Dinas P dan P Deiyai, Tigido, Waghete, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua, pada Sabtu (1/7/2017).

Notovia Pakae, kepala bidang menengah Dinas Pendidikan dan Pengajaran kabupaten Deiyai, mengatakan, peserta ADik dan Adem yang akan berangkat ini merupakan pionir, perintis, pembuka jalan pertama dalam pembangunan pendidikan, sehingga nyata dikirim oleh pemerintah kabupaten Deiyai.

“Program Afirmasi Pendidikan Tinggi yang disingkat ADik dan Afirmasi Pendidikan Menengah yang disebut Adem ini merupakan program dari pemerintah Pusat, bukan program daerah. Program ini dirancang baik oleh Menteri Riset,” jelas Notovia Pakage, ketua panitia ADik dan Adem Kabupaten Deiyai.

Ia menambahkan, program ini kita baru kore-kore, sedang kabupaten atau kota yang lain sudah jauh dalam mengikuti program Adik dan Adem ini. Dan Kabupaten Deiyai juga sudah termasuk daerah 3T (Terdepan, Terbelakang dan Tertinggal) dari beberapa daerah di Indonesia ini.

”Saya rasa bahwa perekrutan siswa-siswi ADik dan Adem di Deiyai sudah baik, ada keterwakilan dari SMP dan juga SMA/SMK yang ada di Deiyai, karena kuota juga sudah dibagi dengan sekolah yang ada di Deiyai. Dan kami tidak pilih kasih antara om, kakak, bapak adik dan lain sebagainya. Yang kami rekrut siswa-siswi yang berprestasi di sekolah,” jelas Notovia.

Ia menyebutkan, daerah kloster di Biak diantaranya Kabupaten Biak, Supiori, Serui, Waropen, Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya dan Mimika. Siswa-siswi yang dilepas ini akan mengikuti pembekalan di Biak selama 4 hari.

“Ya, kami akan antar siswa-siswi Adem, lalu berikutnya adalah siswa-siswi ADik. Jadi, besok (2/7/2017), kami akan berangkat dari Waghete menuju Nabire dan dari Nabire akan menuju ke Biak untuk mengikuti pembekalan di Biak. Dan juga akan melakukan pembekalan di Bogor selama seminggu. Untuk materi pembekalannya disiapkan oleh panitia pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Asisten III Setda Kabupaten Deiyai, Elimelek Edowai, menyampaikan, program ADik dan Adem merupakan program dari pusat. Sedangkan pemerintah daerah hanya memfasilitasi saja.

“Siswa-siswi ADik dan Adem yang akan berangkat bukan maksud untuk berfoya-foya di sana, atau kalian ikut keramaian di sana, tetapi kesana untuk belajar fokus. Belajar apa yang kalian belajar setingkat SMA, SMK atau Perguruan Tinggi. Kalian sudah terlepas dari orang tua. Orang tua kalian adalah para guru di sekolah, Pembina Asrama, pembina kost. Para pengasuh adalah orang-orang yang akan mendampigi anda sampai tempat pendidikan kalian,” kata Elimelek menasehati.

Ia meminta agar semua peserta ADik dan Adem jaga nama baik daerah di sana. Jangan mencoreng nama daerah dengan hal-hal yang kurang baik. Yang ujungnya merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, Pemerintah Kabupaten Deiyai.

“Kami harap belajar dengan baik kedepan bisa membawa hasil bagi daerah Deiyai dan Orang tua kalian,” harap Edowai.

Pelepasan ini dihadiri oleh Pemerintah Kabupaten Deiyai yang diwakili oleh Asisten III, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran, diwakili kepala bidang menengah, Notovia Pakage sekaligus Panitia Pelepasan siswa-siswi ADik dan Adem, kepala sub bagian perencanaan, Tino Mote, Pengawas Sekolah TK dan SD, Philipus Mote, Pengawas Sekolah Menengah, Marten Tandi Rerung, juga para staf Dinas Pendidikan dan Pengajaran Deiyai, para orang tua siswa-siswi ADik dan Adem, serta para siswa-siswi Adem.

 

Pewarta: Yulianus Mote
Editor: Arnold Belau

SHARE