Banyak Hal Negatif, Pemuda 9 Gereja Gelar KKR Untuk Pemulihan Yahukimo

0
962

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Pemuda-pemudi dari 9 denominasi gereja yang ada di kabupaten Yahukimo, Papua, gelar Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) di kantor Bupati lama pada Minggu (6/7/2017) lalu, dengan tujuan utama adalah pemulihan kota ini.

Kegiatan rohani bertajuk “Transformation for Dekai” dengan tema “Damai Sejatera” dan sub tema “Usahakanlah kesejahteraan kota kemana kamu aku buang dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejateraannya adalah kesejateraanmu” diambil dari Kitab Yeremia 29:7 itu bertujuan untuk doakan Kabupaten Yahukimo.

Seperti diungkapkan Mike Hesegem, koordinator KKR. “Sementara kami melihat bahwa anak muda Yahukimo terancam dengan beberapa aspek pergaulan sosial, seperti facebook dan minuman keras, dadu togel, wanita pelacur, tidak konsen dalam pendidikannya dan banyak masalah. Semua sudah merajalela di sini,” tuturnya.

Lanjut Hesegem, berbagai pengaruh tersebut telah merubah pola pikir anak-anak muda bahkan anak muda dari usia 15 tahun pun sudah terjerumus dalam pengaruh negatif.

“Kami melihat mereka ada dalam pergaulan sosial itu. Kami dari tim pemulihan Kota Dekai merasa generasi kami terancam, sehingga kami rela dan secara sukarela mengambil beban ini bahwa kami harus memberikan satu motivasi atau satu wawasan melalui ibada KKR ini,” ungkapnya dalam sambutan.

Tujuan dari KKR sendiri menurut Hesegem, untuk kegiatan hari ini kami libatkan semua pemuda dari 9 demominasi Gereja. Tidak hanya satu dua gereja saja, dengan maksud bawah kita mau selamatkan generasi dari seks bebas, Miras, Togel, judi dan lain-lain.

“Harapan kami kedepan, ini akan jalan dan terus kami tidak harapkan pemerintah karena modal kami adalah beban kami,” ujarnya.

Untuk kedepan pihaknya tetap lakukan kegiatan seperti ini bersama Persekutuan Gereja-Gereja Yahukimo (PGGY) dan pemerintah daerah. “Untuk sekarang kegiatan berlangsung dengan bantuan Wakil Bupati sebesar 5 juta rupiah dan kami dari panitia 3 juta rupiah. Totalnya 8 juta rupiah,” rinci Hesegem.

Saat ibadah, Pdt. Yanius Dapla, M.Th dalam khotbanya menungkapkan pentingnya kegiatan seperti ini. Kata dia, kegiatan ini bagus dan sebernarnya tugas dari PGGY. Namun pemuda sudah lakukan, sehingga semua diajak untuk ucapkan terimah kasih karena ini langkah awal untuk selanjutnya demi pemulihan daerah dari berbagai hal buruk.

“Dalam kesempatan ini saya kotbah sesuai dengan tema yang diberikan, maka saudara dengan saya dilahirkan karena kepentingan Tuhan. Hari ini pertama kali anak-anak muda buat ibadah di temapt ini, untuk pulihkan kota kita dalam nama Tuhan,” kata Yanius.

Ia juga ajak semua orang untuk lihat keadaan kota sekarang banyak hal tidak baik masuk dan dampaknya mulai terasa. “Kita sebagai anak Tuhan tidak bisa buat apa-apa, selain doa dan pujian kepada Tuhan yang kita panjatkan. Maka, hari ini mari kita doakan agar bebas dari pengaruh-pengaruh itu,” ungkapnya.

Pendeta Dapla mengatakan, di kota ini ada 11 suku besar ditambah dengan keluarga dari suku lain serta yang berasal dari luar Papua harus bersama-sama doakan situasi ini. “Tahun 2000-2001 kabupaten ini dimekarkan dari Jayawijaya, awalnya dibuka dengan dasar iman dan diberi moto Kabupaten Damai Sejahtera atau Syalom, sehingga kita tidak bisa diam dengan kondisi begini. Mari kita ambil peran untuk pemulihan,” ucapnya mengajak.

Rencananya PGGY bersama pemuda akan bentuk satu tim yang salah satu tugasnya periksa semua tempat penjualan Miras, Togel, Judi dan tempat hiburan lainnya. Jika kedapatan, oknum tersebut akan dipulangkan karena tujuannya hanya menghancurkan generasi muda Yahukimo.

Elisan Siep, anak misionaris lokal yang melaksanakan kegiatan ini menambahkan, pada waktu orang tua misionaris lokal dari RBMU Wesem Abesem dari Kadana masuk kemudian dari Australia masuk di wilayah Bokondini Kelila sampai Krubaga, mereka membawa Injil di wilayah Yahukimo dipusatkan di Klasis Heluk Ninia.

“Saya sala satu dari klasis Holuon. Anak misionaris lokal meskipun saya sekolah di umum, namun saya prihatin dengan situasi sekarang di kota ini. Nah, sebagai anak misionaris, saya sangat mendukung dan saya akan ikuti teman-teman kedepan untuk periksa tempat-tempat jual minuman, togel dan lain-lain,” tutur Siep.

Ebenius Amohoso, kepalah suku Hubla, yang juga ikut KKR mengapresiasi kegiatan dari para pemuda 9 denominasi Gereja. Ia pun berharap, kedepan kepala suku siap dukung untuk memberantas hal-hal negatif.

“Banyak pengaruh buruk yang sedang merajelela di sini dan itu sangat merusak generasi muda Papua. Jadi, saya bersama semua kepala suku akan mendukung kegiatan ini untuk membangun Yahukimo bersih dari hal-hal tidak baik,” ujar Ebenius.

Pewarta: Harun Rumbarar
Editor: Arnold Belau