Usai KKR, PGGY Siap Bentuk Tim Untuk Periksa Semua Kios dan Toko

0
547

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Seusai ibadah Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) pada hari Minggu (68/2018) di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pengurus Persatuan Gereja-Gereja Yahukimo (PGGY) akan membentuk satu tim untuk memeriksa semua toko dan kios yang ada di Dekai, ibu kota kabupaten Yahukimo.

Hal ini diungkapkan Pdt. Yanius Dapla, M.Th, pengurus PGGY saat kotbah dalam ibadah “Transformation for Yahukimo” yang digelar oleh para pemuda dari 9 denominasi Gereja di Kabupaten Yahukimo.

“Habis KKR ini kita akan membentuk tim dan nanti akan periksa semua tempat dimana yang jual minuman keras dan jual togel, termasuk tempat perjudian. Pada kesempatan ini saya pesan kepada semua pemuda, jalan pantau semua kios yang ada di Yahukimo,” ujarnya saat menyampaikan kotbah dalam KKR.

Ia mengajak agar menghindari semua kegiatan negatif yang akan berdampak buruk terhadap pribadi, keluarga dan masyarakat umumnya.

“Kalau pemuda hidup aman berarti tentu pemuda akan bangkit dan akan bicara mengenai kesatuan, juga akan melawan pengaruh lingkungan yang kian merajalela di kota Dekai. Nanti dari Jakarta sana mereka bilang di Papua itu aman-aman saja, tetapi sampai di sini yang terdiri dari gunung dan pantai banyak hal yang terjadi. Kita harus pulihkan,” ungkapnya.

Lanjut Dapla, “Mereka yang datang dari Jawa ke Dekai, kita harus periksa baik. Dari Jakarta bilang Papua aman, tapi nyatanya tidak, pemuda kita masih terjerumus dengan minuman keras, perjudian hingga mereka terlantar. Saya minta, gereja dan pemuda mari kita jadi satu dan usir orang yang tidak bertanggungjawab ini,” tegasnya.

Pendeta juga bahkan tegaskan bahwa hari ini kita harus membuat stetmen kepada Tuhan untuk kita hancurkan tempat penjualan Togel dan Miras supaya kehidupan anak muda kedepan aman dan baik. “Saya mau sampaikan jika kalian ingin menjadi pilot, dokter, mantri, dan lain-lain, menjadi orang yang hebat, kalian harus dekat dengan Tuhan dan menjaga kekudusan. Itu lebih penting,” ungkap Dabla.

Perlunya pemulihan daerah ini ditegaskan Mike Hesegem, koordinator KKR Transformation For Dekai dalam sambutannya.

“Kita harus melawan dengan situasi di kota ini demi generasi muda kita kedepan/ jangan kita biarkan mereka hancur,” tegas Hesegem.

Lanjut Hesegem, “Kita mengadakan KKR ini bukan dari siapa-siapa, kita ini yang peduli dengan Yahukimo, maka dalam satu mingu kemarin kita membentuk tim ini hingga bisa berjalan lancar. Sekarang semua fasilitas yang ada ini semua sumbangan dari hambah-hamba Tuhan.”

Kegiatan seperti ini menurut dia, sebenarnya tugas dari PGGY. Tetapi pemuda dari 9 denominasi Gereja ambil alih untuk selenggarakan.

“Perlu kita ketahui bahwa doa untuk pemulihan kota itu yang lebih penting. Jadi, kira akan membentuk salah satu tim sesuai dengan arahan dari bapak pendeta tadi dalam khotbanya,” lanjut Hesegem.

Dari atas mimbar ia tak lupa ucapkan terima kasih kepada semua pemuda dari masing-masing gereja yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia juga berpesan kepada semua pemuda, harus pulang dan sampaikan kepada keluaraga di rumah tentang situasi yang terjadi di kota kita ini.

“Saya pesan kepada semua denominasi gereja, harus adakan seminar sehari. Supaya dalam seminar itu pemuda bisa bahas dan diskusi tentang perkembangan dan kondisi Yahukimo. Tujuan akhir adalah para pemuda bisa berkaraktek Kristus, mampu melawan hal-hal buruk,” tegasnya.

Pewarta: Harun Rumbarar
Editor: Arnold Belau