Warga Merauke Pasang Lilin Untuk Kenang Tragedi Berdarah di Oneibo Deiyai

866

MERAUKE, SUARAPAPUA.com — Warga Papua di Kabupaten Merauke ikut berdukacita terhadap korban penembakan oleh aparat keamanan di kampung Oneibo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Selasa (1/8/2017) lalu, yang menewaskan satu orang dan belasan lainya luka-luka hingga dirawat di rumah sakit.

Rasa dukacita dan solidaritas terungkap dalam Malam Renungan yang digagas komunitas Papuan Voices, Selasa (8/8/2017) malam di gedung Gereja Katedral lama Fertenten Sai, Merauke. Kegiatan dirangkai dengan penyalaan lilin oleh berbagai kalangan.

“Walaupun hanya beberapa menit saja, aksi spontan yang kami lakukan malam ini untuk bersolidaritas kepada korban penembakan di kabupaten Deiyai pada tanggal 1 Agustus lalu,” kata Karon, anggota Papuan Voices saat memandu jalannya renungan sekaligus pemasangan lilin.

Kegiatan diadakan di sela-sela rangkaian Festival Film Papua (FFP) tahun 2017 di Kota Merauke. FFP diselenggarakan sejak 7 Agustus 2017 akan berakhir besok, 9 Agustus 2017.

Renungan kali ini melihat Tanah Papua masih terus terjadi kekerasan oleh aparat dengan mengandalkan alat negara. Tindak kekerasan yang belum berakhir, menambah panjang daftar pelanggaran HAM di Tanah Papua.

“Malam ini kami yang ada di kota Merauke bersama warga dalam rangkaian acara Festival Film Papua pada saat ini turut berduka cita atas kasus penembakan yang terjadi di kampung Onei, Kabupaten Deiyai.”

“Lilin yang kami pasang di malam hari ini sebagai bentuk solidaritas kami kepada mereka di Deiyai,” tuturnya sambil menyalakan lilin untuk tragedi Deiyai.

Beti Gebse, direktur Lembaga Advokasi Peduli Perempuan di Kabupaten Merauke menyambut baik aksi spontan yang diinisiasi panitia FFP 2017 di tengah jalannya acara utama.

“Saya sempat kaget saja, ketika saya diberikan lilin. Ternyata untuk warga korban Deyai yang ditembak dengan alat negara,” ucap Gebse.

Hal ini dinilainya sangat baik karena cara kita mendidik generasi muda untuk paham dengan kondisi yang terjadi di Papua.

“Ini sesuatu yang sangat jarang dilakukan untuk sesama kami orang Papua di kota Merauke dengan bersolidaritas kepada saudara kami yag lain,” ungkapnya kepada suarapapua.com di sela-sela kegiatan.

Tragedi berdarah yang menimpa warga Deiyai tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak. Juga menyatakan turut berbelasungkawa dengan cara pemasangan lilin, seperti yang digelar di berbagai daerah. Antara lain di Wamena, Kota Jayapura, Manokwari, bahkan di luar Papua yakni di Bandung, Yogyakarta, Bali dan Surabaya.

Informasi yang diterima media ini, warga dari daerah lain juga akan lakukan kegiatan solidaritas sekaligus ungkapan dukacita atas tragedi berdarah di kampung Oneibo, Kabupaten Deiyai. Seperti di Deiyai sendiri, aksi nyalakan 1000 lilin akan diadakan di lapangan sepakbola Waghete, pada Rabu (9/8/2017) besok.

Pewarta: Harun Rumbarar
Editor: Arnold Belau