Masyarakat Deiyai: PT Putra Dewa Paniai dan Brimob Harus Pergi dari Deiyai

0
2076

DEIYAI, SUARAPAPUA.com — Seluruh warga Deiyai menegaskan dan meminta PT Putra Dewa Paniai dan satuan Brimob harus angkat kaki dan pergi dari wilayah kabupaten Deiyai. Keduanya sangat meresahkan warga dan punya track record yang sangat buruk sejak ada di Deiyai, Papua.

“Kami seluruh lapisan warga Deiyai dengan tegas mengatakan, PT Dewa (Putra Dewa Paniai) dan Brimob harus lipat tikar pergi dari kabupaten Deiyai,” tegas ketua Solidaritas Peduli Kemanusiaan Rakyat (SPKR) Deiyai, Yuli Mote, Senin (21/08/2017) di hadapan ribuan warga di kantor DPR Deiyai, Waghete, Deiyai, Papua.

Yuli menegaskan, warga Deiyai sudah tidak aman hidup bersama PT Putra Dewa Paniai dan Brimob. Sepanjang keduanya masih ada di Deiyai, seluruh warga Deiyai tetap akan hidup dalam tekanan.

Sementara itu, pastor Santon Tekege mengatakan, PT Putra Dewa Paniai dan Brimob sudah mencatatkan banyak sejarah buruk dalam kehidupan warga di Deiyai. Ia menyebutkan, sejumlah kasus berdarah yang terjadi di sepanjang wilayah Meepago merupakan murni perbuatan dari Brimob.

Selain kasus berdarah, berbagai jenis perjudian yang ada di Deiyai, seperti penjualan Togel, permainan dadu, dan adu ayam dibackingi Brimob.

“Selain itu, banyak kasus yang terjadi dimana PT putra dewa Paniai beroperasi di wilayah Meepago lebih khususnya di kabupaten Deiyai,” kata pastor Tekege.

Lanjut dia, “Sehingga, kami gereja meminta dengan tegas PT Putra Dewa Paniai dan Brimob harus angkat kaki dari tanah ini (Deiyai). Mereka sangat tidak pantas ada di tempat ini.”

Selain itu, Intelektual Papua, dr. Anthon Mote mengatakan, keberadaan PT Putra Dewa Paniai dan Brimob tidak membawa hal positif dalam kehidupan warga Deiyai. Ia menuding keberadaan PT Putra Dewa Paniai dan Brimob hanya membawa petaka bagi rakyat Deiyai.

Kata dia, sudah banyak informasi yang diterima dari berbagai komponen warga Deiyai tentang kelakuan dari PT Putra Dewa Paniai dan Brimob.

“PT Putra Dewa Paniai itu penjajah terhadap kontraktor anak asli Deiyai. Mereka (kontraktor asli Deiyai) tidak pernah kerjakan proyek dengan jumlah uang yang besar. Sehingga, sampai saat ini mereka tidak pernah punya harta seperti PT Dewa. PT Dewa menjajah, mempersempit ruang dan menindas para kontraktor anak asli Deiyai,” tegas dr. Anton.

Pemuda Deiyai, Robby Edowai mengatakan, keberadaan PT Putra Dewa Paniai dan Brimob merupakan aktor utama dibalik tragedi Deiyai berdarah.

“Maka itu, kami mau, hari ini PT Dewa harus angkat kaki dan pergi,” tegas Robby.

Robby mendesak kepada Pemkab dan DRP Deiyai harus mengambil langkah yang cepat dan tepat untuk memulangkan keduanya dari tanah Deiyai.

Ketua DPR Deiyai, Yunias Edowai, mengatakan, lembaganya telah bentuk panitia khusus (Pansus) beberapa hari lalu untuk membahas dan mendorong tragedi 1 Agustus di kampung Oneibo, Deiyai, Papua.

“Kami sudah bentuk Pansus. Aspirasi yang sudah disampaikan kami akan bahas dalam Pansus termasuk tuntutan dari rakyat agar PT Putra Dewa Paniai dan Brimob harus angkat kaki,” katanya.

 

Pewarta: CR-2/SP
Editor: Arnold Belau