Bupati dan DPRD Deiyai Sepakat Usir PT Dewa dan Brimob

0
2047

DEIYAI, JUBI/SUARAPAPUA.com — Akhirnya, Bupati dan DPRD Deiyai sepakat mengusir PT Dewa Putra Paniai dan pasukan Brimob dari wilayah itu.

Keputusan itu diambil pada sidang paripurna terbuka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Deiyai, di aula kantor DPRD setempat, Rabu (23/8/2017), terkait kasus penembakan di kampung Oneibo, distrik Tigi, Deiyai, 1 Agustus silam, yang menewaskan Yulianus Pigai dan melukai 11 orang lainnya.

Dikutip dari Jubi, Rapat dipimpin Ketua DPRD Deiyai, Yunias Edoway, dihadiri Bupati Deiyai, Dance Takimai, Kapolres Paniai, AKBP. Supriyagung, 13 anggota DPRD, Sekda Deiyai, Marten Ukago, para Asisten Setda Deiyai, Kapolsek Tigi, Ferry Mervin Mehue, tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh adat, Dewan Adat Daerah Deiyai, serta masyarakat setempat.

Ketua Pansus DPRD Deiyai, Alfred Pakage, mengatakan, digelarnya rapat paripurna itu atas kasus yang menimpa rakyatnya serta desakan Solidaritas Peduli Kemanusiaan Rakyat Deiyai (SPKRD) melalui aksi damai hari Senin (21/8/2017).

“Pada aksi damai dari rakyat Deiyai itu menyampaikan dua hal kepada kami, yakni menghentikan semua aktivitas perusahaan dengan mencabut izin usaha PT. Putra Dewa Paniai di wilayah Kabupaten Deiyai dan mendesak kepada Kapolda Papua segera menarik satuan Brimob dari Deiyai,” jelas Alfred Pakage, kepada Jubi, usai rapat paripurna, Rabu (23/8/2017).

Pihaknya menyetujui dan menetapkan untuk menindaklanjuti aspirasi itu kepada Bupati Deiyai dan Kapolres Paniai agar diproses secepatnya.

“Hari ini kami sepakat usir perusahaan Dewa dan satuan Brimob dari kabupaten Deiyai dengan melakukan penandatanganan di atas surat pernyataan. Untuk proses kepada pelaku penembakan, kami akan tetap kawal. Kami juga akan bertemu dengan Kapolda. Dengan harapan, kalau terjadi pemecatan berarti harus dilakukan di lapangan terbuka supaya kami bersama masyarakat juga puas,” tegasnya.

Bupati Deiyai, Dance Takimai, sebelum melakukan tanda-tangan di surat pernyataan, mengakui bahwa tragedi Deiyai berdarah merupakan kenyataan yang dilakukan oknum Brimob atas panggilan kepala tukang pembangunan jembatan kali Oneibo. Sehingga tidak lagi tutup-tutupi, ia menyatakan, pengusiran kepada kedua pihak, yakni PT. Putra Dewa Paniai dan satuan Brimob yang diduga sebagai pelaku insiden itu.

“Ini sudah kenyataan, kita sama-sama tolak (usir) perusahaan Dewa dan Brimob dari Deiyai. Saya minta kita semua tetap jaga keamanan diantara kita bersama,” ujar Dance.

Pihaknya sepakat dan membuat surat pernyataan bersama Bupati dan DPRD Kabupaten Deiyai, lalu ditandatangani Alfred Pakage selaku ketua Pansus DPRD Deiyai, Markus Mote, sekretaris Pansus, dan mengetahui Yunias Edoway selaku Ketua DPRD Deiyai, Dance Takimai, selaku Bupati Deiyai, dan AKBP. Supriyagung, selaku Kapolres Paniai.

Diberitakan Suara Papua sebelumnya, ribuan masyarakat Kabupaten Deiyai telah menduduki kantor DPRD Deiyai pada Senin (21/8/2017) lalu. Protes tersebut dilakukan untuk mendesak PT Dewa Putra Deiyai dan Brimob angkat kaki dari Deiyai lantaran kehadiran Brimob maupun PT Dewa meresahkan warga setempat.

“Kami seluruh lapisan warga Deiyai dengan tegas mengatakan, PT Dewa (Putra Dewa Paniai) dan Brimob harus lipat tikar pergi dari kabupaten Deiyai,” tegas ketua SPKR Deiyai, Yuli Mote, Senin (21/08/2017) di hadapan ribuan warga di kantor DPRD Deiyai, Waghete, Deiyai, Papua.

Baca: Masyarakat Deiyai: PT Putra Dewa Paniai dan Brimob Harus Pergi dari Deiyai

Mote menegaskan, warga Deiyai sudah tidak aman hidup bersama PT Putra Dewa Paniai dan Brimob. Sepanjang keduanya masih ada di Deiyai, seluruh warga Deiyai tetap akan hidup dalam tekanan.

Pastor Santon Tekege di tempat yang sama mengatakan, PT Putra Dewa Paniai dan Brimob sudah mencatatkan banyak sejarah buruk dalam kehidupan warga di Deiyai selama ini.

Ia menyebutkan, sejumlah kasus berdarah yang terjadi di sepanjang wilayah Meepago merupakan murni perbuatan dari Brimob. Selain kasus berdarah, berbagai jenis perjudian yang ada di Deiyai, seperti penjualan Togel, permainan dadu, dan adu ayam dibackingi Brimob.

“Selain itu, banyak kasus yang terjadi dimana PT Putra Dewa Paniai beroperasi di wilayah Meepago, lebih khususnya di kabupaten Deiyai. Sehingga, kami gereja meminta dengan tegas PT Putra Dewa Paniai dan Brimob harus angkat kaki dari tanah ini (Deiyai). Mereka sangat tidak pantas ada di tempat ini,” tegas Tekege.

 

Sumber: Tabloidjubi.com