Riwantara: Pelayanan Belum Maksimal Karena Fasilitas Kurang

0
864

YAHUKIMO, SUARAPAPUA.com — Situasi di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Yahukimo, pada setiap hari kerja, selalu dipadati warga. Jejeran orang terlihat dari pagi hari. Sementara, hingga kini, tak ada ruang tunggu.

Suwasana Hadi Riwantara, kepala Dinas Kependudukan Kabupaten Yahukimo, membenarkan hal itu saat diwawancarai suarapapua.com di ruang kerjanya Selasa (22/8/2017) lalu. “Ya, setiap hari orang banyak tumpuk di kantor ini karena kita tidak ada ruangan tunggu,” tuturnya.

Menurut dia, pelayanan selama ini berjalan dengan aman, hanya saja di kantor tersebut kekurangan ruangan tunggu. “Karena fasilitasnya kurang, masyarakat yang datang dari berbagai suku di kabupaten ini banyak penumpukan. Ya, karena ruangan tunggu tidak ada,” jelas Riwantara.

Terkait hal itu, ia mengaku sudah laporkan ke Sekda dan Bupati. “Saya sudah sampaikan, jadi mudah-mudahan dalam sidang perubahan anggaran tahun 2017 yang sementara dibahas oleh DPRD dapat diakomodir,” harap Riwantara.

Meski tak ada ruang tunggu, ia apresiasi bawahannya yang selalui rajin kerja. “Pelayanan yang kami berikan cukup baik. Memang kadang-kadang memakan waktu satu minggu, itu dikarenakan kami harus hubungi ke server pusat,” ungkapnya.

Riwantara membeberkan, di kantor yang dipimpinnya selalu layani banyak kebutuhan masyarakat antara lain pengurusan KTP, kartu keluarga, akte pernikahan, akte kematian, surat perpindahan penduduk, dan lain-lain.

“Untuk KTP, sekarang harus melalui perekaman. Prosesnya agak lama, kadang sampai satu minggu. Biasanya setelah direkam, hasil rekamnya kita kirim ke pusat, setelah itu barulah mereka buatkan nomor NIK-nya dan kirim kembali, selanjutnya kita print. Ini yang membuat agak lama, sehingga memang kantor ini selalu dipadati orang yang mau urus berbagai surat,” jelasnya

Diakuinya, dengan adanya penerimaan CPNS tahun ini banyak sarjana datang ke kantor ini untuk urus KTP dan kartu keluarga. Hanya saja prosesnya agak lama terutama KTP.

Sem Heluka, salah satu warga Yahukimo, mengaku kecewa dengan lambatnya proses pengurusan di kantor itu.

“Saya urus Kartu Keluarga, kasih masuk pada tanggal 13 Agustus. Tadi dari pagi saya tunggu sampai sore tidak pangil nama, jadi saya masuk ambil sendiri baru pulang jalan kaki ke rumah,” cerita Sem.

Ia marah sama petugas karena sudah tunggu panggilan sampai jam satu siang, bahkan jelang kantor ditutup tak ada panggilan, apalagi tidak ada kendaraan pulang.

“Saya masuk marah petugas untuk bikin ulang. Akhirnya, diprint ulang dan saya bawa pulang,” tutur Heluka sembari berharap, hal sama tidak terulang di kemudian hari.

Pewarta: Ardi Bayage
Editor: Arnold Belau