Kepala BKKBN Pusat Kunjungan Kerja ke Paniai

380

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Republik Indonesia, Surya Chandra Surapaty, bersama rombongan, Selasa (29/8/2017), melakukan kunjungan kerja dan tatap muka dengan masyarakat di kabupaten Paniai, Papua.

Surya mengatakan, kunjungan yang dilakukannya itu adalah dalam rangka memajukan Indonesia raya dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia agar berintegrasi terhadap negara Indonesia.

Katanya, manusia berintegrasi adalah manusia yang tidak lupa dengan sejarah bangsa. Sejarah yang pernah diukir para pahlawan. Integrasi bangsa adalah penyatuan berbagai kelompok budaya dan sosial ke dalam kesatuan wilayah dan pembentukan suatu identitas nasional.

“Untuk itu, kita semua mulai dari Aceh sampai Merauke harus memaknai Pancasila sebagai fondasi negara agar kita tetap satu dan kuat,” kata Surya dalam sambutannya, di Gedung Serba Guna Uwata Wogi Yogi, Selasa (39/8/2017).

Menurut dia, untuk menjawab semua itu harus dimulai dari keluarga. Bagaimana membentuk manusia yang punya hati dan otak untuk menjaga keutuhan negara.

“Boleh punya anak banyak tapi jaga jarak, minimal beda 3 sampai 4 tahun. Biar perkembangan otak anak bertumbuh baik,” kata Chandra.

Sementara itu, Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paniai, Nahum Tebai, dalam sambutannya, mengatakan menyambut baik kepala BKKBN beserta rombongan yang berkunjung ke Paniai karena datang di saat masyarakat lagi dilanda musibah besar.

“Kami mencatat kepala keluarga dari 116 kampung yang terkena musibah sebanyak 12.118 ribu kepala keluarga,” ungkapnya sambil menjelaskan video dan gambar musibah yang diputar lewat layar tancap.

Atas permasalahan tersebut, ia meminta kepala BKKBN dapat meneruskan kabar peristiwa itu kepada beberapa kementerian terkait di pusat, dengan harapan ada bantuan ke para korban.

Menanggapi itu, dalam sesi dialog, Pokja Kepresidenan Perwakilan Papua, mengatakan untuk musibah luapan air danau, semua kementerian terkait akan turun melihat persoalan itu dalam waktu dekat.

Kementerian yang akan turun diantaranya BPBN, Sosial, Lingkungan dan Dirjen PU. Tujuannya, kata dia, untuk tuntaskan semua persoalan secara total, agar kemudian di tahun-tahun mendatang tidak terjadi lagi musibah yang serupa.

Dalam sesi yang sama, Tinus Pigai, mewakili tim peduli bencana alam kabupaten Paniai, menyampaikan bantuan dari beberapa kementerian terkait itu sangat diharapkan. Pasalnya, dana hibah di pemerintah Paniai, telah habis.

“Padahal dana yang dianggarkan untuk dana hibah sebesar 40-45 miliar rupiah. Tapi pemda bilang ke kami, dana hibah tidak ada. Kalau begitu dana hibah itu dikemanakan. Selama ini pemda pake bikin apa,” beber Tinus kepada kepala BKKN dan rombongan serta semua hadirin.

Tinus juga mengaku heran dengan sikap pemda Paniai yang lebih ringan tangan beri bantuan ke gereja dan kegiatan pemerintah ketimbang ke korban musibah bencana alam.

“Baru-baru bupati kasih bantuan ke gereja 6 miliar. Terus 8 Miliar untuk tim Pesparawi yang mau berangkat ke Kaimana.  Tapi korban bencana sampai sekarang tidak dibantu. Apa bedanya antara gereja, pemerintah dan korban bencana,” ungkapnya.

Rombongan yang datang bersama kepala BKKBN Pusat adalah perwakilan BKKBN Provinsi Papua, dan Pokja Kepresidenan wilayah Papua.

 

Pewarta: Stevanus Yogi
Editor: Arnold Belau