Kadis Pantim Minta Masyarakat Paniai Ingat Waktu

338

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Pasca kematian Pius Mote di pelabuhan Aikai beberapa hari lalu, masyarakat diminta untuk tidak menghabiskan waktu dari pagi hingga malam di lokasi permainan judi dadu, togel, dan bola putar.

Himbauan ini diungkapkan Pius Gobai, kepala distrik Paniai Timur, di Enarotali, Kamis (31/8/2017).

Kata dia, jikapun beberapa jenis perjudian itu dijadikan sarana hiburan tersendiri bagi para pecandu judi, namun kepala distrik tegaskan agar harus bisa lihat waktu.

“Saya tidak larang, tapi kalian harus lihat waktu. Masa dari pagi sampai malam main judi terus itu bagaimana,” ujarnya di hadapan masyarakatnya di areal pusat judi, belakang pasar Iyaipugi, Enarotali.

Gobai menyebut dampaknya selain rugi uang, waktu, dan tenaga, nyawa bisa menjadi taruhan.

“Karena kalau sudah keasyikan, lupa semua. Apalagi pulangnya malam. Ini yang parah. Bisa nyawa terancam seperti anak kita Pius Mote yang kemarin mati dibunuh OTK,” ungkapnya.

Kepala distrik juga tegaskan masyarakatnya tidak mengkonsumsi minuman keras. Karena, menurut dia, lewat miras gampang hal buruk terjadi, entah oleh ulah diri sendiri atapun orang lain.

“Jadi, bagi siapa yang jual, nanti saya lapor supaya ditangkap. Tangkap minumannya sekaligus orangnya,” ujar Gobai.

Di kesempatan sama ia juga mengaku telah melarang para pedagang pendatang tidak boleh jual pinang. Alasannya, mama-mama Paniai penjual pinang merasa tersaingi dan jualannya kurang laku.

“Saya bersama Pol PP juga sudah ke pedagang pendatang supaya tidak jual pinang. Kasihan mama-mama kita yang jual pinang ini biasa kurang laku,” bebernya.

Ia menyatakan akan kawal hal tersebut. “Semua yang saya bilang ini nanti Pol PP akan pantau. Kalau ada yang kepala batu, nanti kami tegur. Dan kalau terus dilanggar itu akan kami proses sesuai aturan hukum,” ujar Gobai.

Pewarta: Stevanus Yogi

SHARE