Bupati Paniai: Dukung Saya Kalau Masih Mau Pakai Garuda

1746

PANIAI, SUARAPAPUA.com — Bupati Kabupaten Paniai, Hengki Kayame, meminta kepala kampung dan Distrik yang ada di wilayahnya agar mendukungnya di Pemilukada 2018 mendatang.

Bupati Hengky mengatakan, jika ingin terus memakai garuda (kepala kampung dan kepala distrik) seperti sekarang, harus jatuhkan pilihan yang tepat pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Paniai mendatang.

“Kalian bisa jadi kepala kampung dan kepala distrik karena saya yang tunjuk kalian, bukan masyarakat yang pilih kalian. Jadi kalau mau terus pakai garuda, dukung saya,”  katanya kepada 216 kepala kampung dan 24 kepala distrik, dalam sebuah pertemuan belum lama ini, di ruang aula Kantor Bupati, Madi, Paniai.

Ia mengaku, 14 distrik dan 146 desa yang baru dimekarkan adalah bentuk kepedulian dirinya terhadap masyarakat Paniai untuk menjawab keluhan-keluhan yang tidak bisa dijawab langsung oleh pemerintah.

“Kalau saya tidak mekarkan distrik dan desa, pasti dalam ruangan ini yang hadir hanya 10 kepala distrik dan 70 kepala kampung. Tapi karena ada pemekaran, sekarang ada 24 kepala distrik dan 216 kepala kampung. Wilayahnya berdekatan semua, tidak seperti lalu. Sehingga sekarang semua masyarakat dari kota sampai pelosok merasakan program dana desa,” ungkapnya.

“Ini kerja keras saya karena saat urus pemekaran di Jakarta waktunya mepet sekali, cuma sehari saja. Karena itu saya minta kadis DPMK dan kadis Dukcapil, segera siapkan administrasi dan akhirnya jadi. Sekarang kalian ada nikmati ini sudah,” beber dia menjelaskan proses pemekaran desa dan distrik baru.

Dikatakan, untuk SK desa dan distrik baru akan diberikan tahun 2018 setelah selesai pemilihan bupati.

“Sekalian dengan dibangunkan kantornya,” kata dia.

Selain itu, dia juga meminta dukungan karena pembuatan jalan ke desa atau distrik belum rampung dikerjakan seratus persen. Sehingga itu menjadi beban yang harus dilanjutkan hingga benar-benar  selesai.

Tujuannya, lanjut dia, agar masyarakat di pelosok dengan mudah bisa ke kota atau ke daerah yang ingin dituju.

“Saya lihat jalan-jalan yang dekat dengan kota sudah jadi semua, hanya jauh seperti jalan ke distrik Dumadama, Bogobaida dan Siriwo yang belum sampai. Cuman tinggal sedikit. Ini beban untuk saya, jadi kalau terpilih kembali pasti saya kerjakan langsung. Kasihan masyarakat terus jalan kaki berjam-jam ke kota,” ungkap dia.

Ketika seorang kepala kampung menyinggung partai politik apa yang akan mengusungnya, dirinya enggan menjawab.

“intinya yang punya uang yang dapat partai,” jawab dia.

Untuk jalur independen, kata dia, tidak ada.

“Dulu waktu saya mau buka E-KTP, masyarakat tolak dengan demo saya. Sekarang tobat,” tukas dia.

Pewarta: Stevanus Yogi

Editor: Arnold Belau